Latimojong, Kekayaan Flora Hutan Lumut

Pada pendakian ke Gunung Latimojong memang aku lakukan cukup atau bahkan santai sekali. Mungkin lantaran memakai jasa guide dan porter sehingga dapat berjalan dengan bebas tanpa menguatirkan keril kulkas dua pintu yang membebani bahu. Karena itu pula ada banyak waktu untuk berhenti di tengah jalur hanya sekedar mengambil foto sembari menunggu, Iduk, porterku saat itu datang menyusul.

Hutan Lumut.

Sempat kaget dengan keunikan flora Gunung Latimojong, atau mungkin aku saja yang melewatkan pemandangan ini di gunung lainnya, namun di sini banyak sekali aku jumpai jamur! Hampir di sepanjang jalur bertebaran pada batang pohon yang masih hidup atau mati. Bentuknya pun unik-unik menarik hati untuk mengabadikannya dalam bentuk foto. 

Latimojong!

Latimojong adalah gunung tertinggi di Pulau Sulawesi dengan puncak tertinggi Rante Mario di ketinggian 3,478 mdpl. Adalah salah satu gunung yang bertahun-tahun selalu menjadi wacana buatku hingga akhirnya berhasil menggapai puncaknya pada 16 September 2020. Hingga tulisan ini dibuat, gunung ini menjadi gunung dengan berbiaya paling tinggi yang aku keluarkan, untuk biaya transport, logistik, porter, dan pemandu. Biaya ini di luar tiket pesawat pergi pulang dari Makasar, yang ini syukurlah bisa ditanggung oleh kantor karena kebetulan saat itu sedang ada perjalanan dinas, hehe..

Puncak Rantemario.

Ketika ditugaskan di Papua Barat, aku selalu transit di Bandara Sultan Hasanudin Makasar yang mana selalu ada hasrat untuk keluar dari bandara dan melancong ke Gunung Latimojong. Ditambah lagi, pada tahun kedua di Papua Barat, mulai ada pengetatan untuk melakukan penerbangan gara-gara pandemi. Makin pesimis saja dibuatnya. Namun, dengan segala upaya dan niat yang teguh, akhirnya pendakian ke puncak Pulau Sulawesi dapat terlaksana.

Pendakian Gunung Buthak

Akhir tahun 2020, ingin kembali mencoba gunung di Jawa Timur, aku niatkan untuk ke Malang dan mengunjungi Gunung Buthak. Tidak ada teman yang biasa diajak, aku menghubungi teman lama ketika ketemu di pendakian Semeru dan Argopuro, Mas Polet namanya, darinya dikenalkan dengan Mas Dion, porter Gunung Semeru yang bisa juga mengantar ke Butak. Langsung saja gayung bersambut manis, pada hari-hari menjelang pendakian, teman kerja di Papua, Rikky namanya, ingin ikut bergabung. Kebetulan dia tinggal di Malang dan bisa memberikan tebengan kamar kosan gratis untuk bermalam. Wah..

Pos VI.

Kami mendaki Gunung Buthak dari jalur Panderman, yang terletak di Kota Batu. Pukul Sembilan pagi kami tiba di basecamp, setelah packing ulang, setengah jam kemudian kami memulai pendakian. Mas Dion mengajak satu temannya, Mas Andi Lesmana yang biasa dipanggil Sapu, sehingga saat itu rombongan kami menjadi empat orang.

Jalan-jalan ke Kelud & Penanjakan

Bulan Oktober 2019 aku mendaki Gunung Kelud bersama Hasan, teman dari kampus Polines Semarang. Kami berangkat dari Semarang dengan menggunakan Kereta Matarmaja Ekonomi yang berangkat pukul delapan malam dan turun di Stasiun Wlingi keesokan harinya pukul enam pagi. Wlingi terletak di Blitar dan syukurlah sudah terjamah oleh ojek online, sehingga daripada bingung hendak naik apa ke basecamp pendakian, kami menggunakan jasa g***car saja. Tidak lupa melengkapi perbekalan yang dapat kami peroleh di sekitar stasiun.

Puncak Kelud.

Kurang lebih, pukul delapan kami sudah tiba di basecamp pendakian Gunung Kelud. Setelah packing ulang dan menitipkan beberapa barang di basecamp karena kebetulan setelah ini kami hendak touring dan camp di Bromo. Mulai berjalan pada pukul delapan lebih sedikit, pukul setengah dua belas siang kami sudah sampai di Pos 3, lokasi di mana kami akan mendirikan tenda untuk bermalam.

Via Ferrata Gunung Parang

Pernah mendengar istilah via ferrata? Mungkin pendakian gunung ini masih jarang ada di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Salah satunya dan yang pertama ada di Indonesia yakni Via Ferrrata Gunung Parang di Purwakarta. Gosipnya sih menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara dengan ketinggian 900 mdpl, wah, tentunya sayang sekali untuk dilewatkan bukan?

Via Ferrata Gunung Parang

Setelah beberapa kali mengumpulkan niat untuk ke tempat ini yang selalu tidak kesampaian, akhirnya pada cuti proyek yang keempat, niatan itu sudah terkumpul dan takdir membawaku ke Gunung Parang. Tahun 2015 kemarin sempat ke Purwakarta juga, namun hendak mendaki Gunung Lembu yang terletak di area yang sama bersama Gunung Bongkok, jadi sudah tidak asing lagi ketika menjejakan kaki ke Purwakarta lagi.

Open Trip ke Anak Gunung Krakatau

Sesuai KBBI, gunung mempunyai definisi yakni bukit yang sangat besar dan tinggi (biasanya tingginya lebih dari 600 m). sementara Anak Gunung Krakatau sekarang ini hanya memiliki ketinggian 388 mdpl (2017). Meskipun demikian, masyarakat masih saja menyebutnya dengan sebutan Gunung. Mungkin masih terbawa dari 'ibunya' yang dulu tinggi menjulang.

Batas Terakhir Pendakian.

Anak Gunung Krakatau adalah sisa-sisa letusan Gunung Karakatau yang meletus pada 26 Agustus 1883, menyebakan korban jiwa hingga lebih dari 30,000 jiwa. Kebanyakan korban meninggal karena suhu panas atau tersapu tsunami raksasa setinggi 41 meter. Letusan gunung ini adalah yang terkuat dalam catatan sejarah modern, hingga dapat menurunkan suhu Bumi sebesar 1.2 derajat selama 5 tahun. Bisa dibayangkan betapa dahsyatnya letusan Gunung Krakatau saat itu.

Bolak Balik Gagal ke Puncak Puntang

Sudah cukup lama tidak menulis untuk meng-update blog ini. Tidak terasa sudah lebih dari dua tahun lamanya. Kesibukan atau lebih karena malas, sepertinya lebih alasan yang terakhir sih, hehe.. Sudah cukup banyak juga gunung yang didaki dari tulisan terakhir mengenai Gunung Guntur di Garut, Jawa Barat. Kali ini, saya hendak bercerita pendakian terakhir kemarin, di Gunung Puntang, Bandung, Jawa Barat.

Puncak Puntang

Sebagai catatan, ini adalah percobaan yang ke-4 yang alhamdullillah akhirnya kesampaian juga dapat berfoto di Puncak Mega, 2.222 mdpl. Dasar keras kepala, tetap saja dicoba lagi dan lagi sampai bisa ke Puncak. Ada yang bilang saya ini ambisius dan ngoyo, hmm… mungkin saja benar, tetapi saya pribadi lebih menilai ke penasaran. Kenapa sih kok susah sekali?

Guntur Puncak 3: Bareng Pendaki dari Negeri Jiran

Dua tahun semenjak pendakian saya ke Gunung Guntur, dimana kalau itu hanya bisa mendaki ke Puncak 2, akhirnya saya bisa menyempatkan untuk sekali lagi mendaki Gunung 2,249 mdpl ini. Kali ini, karena target yang dituju cukup berat bagi saya, saya putuskan untuk membawa peralatan lengkap dan bermalam semalam di Pos 3. Tentu saja dengan kawan lama, pendaki dedengkot Cikurai, Juan yang akhirnya mau menemani saya sekali lagi ke Guntur.

Puncak 3 Guntur.
Tidak terduga, jumat sore saat saya masih di kantor, bersiap-siap pulang cepat untuk menuju Terminal Kampung Rambutan dari Kota Cilegon, ada dm dari Instagram, ternyata pembaca blog saya yang menanyakan apakah bisa bergabung pada pendakian saya selanjutnya. Langsung saja saya jawab: meet me at Terminal Rambutan if you wanna join, tonight!

Guntur Puncak 2: Solo Climbing

Setelah hanya bisa menggapai Puncak 1 Guntur pada pendakian sebelumnya dan bertekad untuk kembali lagi, tidak butuh waktu ternyata bagi saya untuk kembali lagi. Hanya dalam dua bulan, saya kembali lagi menjejakan kaki di Basecamp Citiis Gunung Guntur. Entah apa yang merasuki, sepertinya sedang jenuh luar biasa sehingga saya memutuskan naik gunung lagi walau sendirian saja.

Tugu Triangulasi.

Kalau dipikir-pikir, ini pertama kalinya saya naik gunung sendirian. Sebelumnya saya selalu berpegang naik gunung jangan sendirian karena tidak aman, gunung bukanlah tempat berwisata. Kita tidak tahu apa yang akan menimpa kita di atas sana. Biasanya memang saya selalu berdua atau bertiga. Saya berani memutuskan naik gunung sendiri karena sudah pernah tahu jalurnya, gunungnya selalu ramai di akhir pekan, dan berdoa saya bertemu teman baru di pendakian ini.

Guntur Puncak 1: Nyasar ke Gunung Sebelah

Guntur ada gunung dengan landscape yang cantik di Jawa Barat, tepatnya di Garut yang terkenal akan deretan gunung-gunungnya. Ada yang bilang gunung 2,249 mdpl ini adalah miniature Gunung Semeru, mungkin disebut begitu karena trek pasirnya yang mirip ketika kita hendak menggapai Puncak Mahameru.

Walau Nyasar Tetep Pose.
Namanya miniatur, tentunya membutuhkan waktu yang tidak selama gunung aslinya, namun tidak bagi saya, butuh tiga kali mendaki puncak ini baru saya dapat mencapai Puncak Ketiganya. Ya, Gunung Guntur ternyata memiliki tidak hanya satu puncak. Ketika sampai di Puncak yang kita duga puncak, di kejauhan adalagi puncak yang lebih tinggi. Menjengkelkan memang.

Munara, Gunung Keramat dari Rumpin

Momen tahun baru memang seksi sekali untuk dijadikan waktu melakukan pendakian gunung. Melihat matahari tenggelam terakhir di tahun ini atau matahari terbit pertama di tahun baru dari puncak gunung tentu momen yang indah untuk dikenang, tentunya caption yang bagus saat posting foto di Instagram, hehe..

Matahari Terbit Terakhir di 2017.
Dulu mungkin masih nikmat, namun sekarang ini sudah tidak nikmat lagi. Di samping cuaca yang seringnya badai karena pada puncak musim penghujan, di sisi lain banyaknya pendaki yang mempunyai pemikiran demikian menjadikan gunung penuh bak pasar malam. Harus kuat bermacet-macet ria saat pendakian ke atas. Hal itulah kenapa saya memilih Gunung Munara, gunung kecil di Bogor yang tidak begitu terkenal untuk melihat matahari terbit terakhir di tahun 2017.


Andong, Gunung Kecil yang Hits

Sepuluh tahun lalu, saat masih kuliah di Semarang, tidak ada yang kenal gunung kecil satu ini. Saat itu memang demam pendakian tidak seramai sekarang yang mana para pendaki berlomba-lomba mendaki gunung-gunung kecil dengan medan yang tidak terlalu berat dengan view yang cantik untuk sekedar berfoto. Nah, salah satu gunung tersebut yakni Gunung Andong.


Pose Wajib Puncak Gunung, Untung Bawa Payung.

Gunung yang memiliki ketinggian 1,726 mdpl ini terletak di Dusun Sawit, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Lokasi persisnya saya sendiri sudah lupa karena waktu itu menggunakan kendaraan roda dua dari Semarang, kalau tidak salah cukup dekat dari pusat Kota Magelang, tidak sampai satu jam.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...