Showing posts with label Jawa Barat. Show all posts
Showing posts with label Jawa Barat. Show all posts

Via Ferrata Gunung Parang

Pernah mendengar istilah via ferrata? Mungkin pendakian gunung ini masih jarang ada di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Salah satunya dan yang pertama ada di Indonesia yakni Via Ferrrata Gunung Parang di Purwakarta. Gosipnya sih menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara dengan ketinggian 900 mdpl, wah, tentunya sayang sekali untuk dilewatkan bukan?

Via Ferrata Gunung Parang

Setelah beberapa kali mengumpulkan niat untuk ke tempat ini yang selalu tidak kesampaian, akhirnya pada cuti proyek yang keempat, niatan itu sudah terkumpul dan takdir membawaku ke Gunung Parang. Tahun 2015 kemarin sempat ke Purwakarta juga, namun hendak mendaki Gunung Lembu yang terletak di area yang sama bersama Gunung Bongkok, jadi sudah tidak asing lagi ketika menjejakan kaki ke Purwakarta lagi.

Bolak Balik Gagal ke Puncak Puntang

Sudah cukup lama tidak menulis untuk meng-update blog ini. Tidak terasa sudah lebih dari dua tahun lamanya. Kesibukan atau lebih karena malas, sepertinya lebih alasan yang terakhir sih, hehe.. Sudah cukup banyak juga gunung yang didaki dari tulisan terakhir mengenai Gunung Guntur di Garut, Jawa Barat. Kali ini, saya hendak bercerita pendakian terakhir kemarin, di Gunung Puntang, Bandung, Jawa Barat.

Puncak Puntang

Sebagai catatan, ini adalah percobaan yang ke-4 yang alhamdullillah akhirnya kesampaian juga dapat berfoto di Puncak Mega, 2.222 mdpl. Dasar keras kepala, tetap saja dicoba lagi dan lagi sampai bisa ke Puncak. Ada yang bilang saya ini ambisius dan ngoyo, hmm… mungkin saja benar, tetapi saya pribadi lebih menilai ke penasaran. Kenapa sih kok susah sekali?

Guntur Puncak 3: Bareng Pendaki dari Negeri Jiran

Dua tahun semenjak pendakian saya ke Gunung Guntur, dimana kalau itu hanya bisa mendaki ke Puncak 2, akhirnya saya bisa menyempatkan untuk sekali lagi mendaki Gunung 2,249 mdpl ini. Kali ini, karena target yang dituju cukup berat bagi saya, saya putuskan untuk membawa peralatan lengkap dan bermalam semalam di Pos 3. Tentu saja dengan kawan lama, pendaki dedengkot Cikurai, Juan yang akhirnya mau menemani saya sekali lagi ke Guntur.

Puncak 3 Guntur.
Tidak terduga, jumat sore saat saya masih di kantor, bersiap-siap pulang cepat untuk menuju Terminal Kampung Rambutan dari Kota Cilegon, ada dm dari Instagram, ternyata pembaca blog saya yang menanyakan apakah bisa bergabung pada pendakian saya selanjutnya. Langsung saja saya jawab: meet me at Terminal Rambutan if you wanna join, tonight!

Guntur Puncak 2: Solo Climbing

Setelah hanya bisa menggapai Puncak 1 Guntur pada pendakian sebelumnya dan bertekad untuk kembali lagi, tidak butuh waktu ternyata bagi saya untuk kembali lagi. Hanya dalam dua bulan, saya kembali lagi menjejakan kaki di Basecamp Citiis Gunung Guntur. Entah apa yang merasuki, sepertinya sedang jenuh luar biasa sehingga saya memutuskan naik gunung lagi walau sendirian saja.

Tugu Triangulasi.

Kalau dipikir-pikir, ini pertama kalinya saya naik gunung sendirian. Sebelumnya saya selalu berpegang naik gunung jangan sendirian karena tidak aman, gunung bukanlah tempat berwisata. Kita tidak tahu apa yang akan menimpa kita di atas sana. Biasanya memang saya selalu berdua atau bertiga. Saya berani memutuskan naik gunung sendiri karena sudah pernah tahu jalurnya, gunungnya selalu ramai di akhir pekan, dan berdoa saya bertemu teman baru di pendakian ini.

Guntur Puncak 1: Nyasar ke Gunung Sebelah

Guntur ada gunung dengan landscape yang cantik di Jawa Barat, tepatnya di Garut yang terkenal akan deretan gunung-gunungnya. Ada yang bilang gunung 2,249 mdpl ini adalah miniature Gunung Semeru, mungkin disebut begitu karena trek pasirnya yang mirip ketika kita hendak menggapai Puncak Mahameru.

Walau Nyasar Tetep Pose.
Namanya miniatur, tentunya membutuhkan waktu yang tidak selama gunung aslinya, namun tidak bagi saya, butuh tiga kali mendaki puncak ini baru saya dapat mencapai Puncak Ketiganya. Ya, Gunung Guntur ternyata memiliki tidak hanya satu puncak. Ketika sampai di Puncak yang kita duga puncak, di kejauhan adalagi puncak yang lebih tinggi. Menjengkelkan memang.

Munara, Gunung Keramat dari Rumpin

Momen tahun baru memang seksi sekali untuk dijadikan waktu melakukan pendakian gunung. Melihat matahari tenggelam terakhir di tahun ini atau matahari terbit pertama di tahun baru dari puncak gunung tentu momen yang indah untuk dikenang, tentunya caption yang bagus saat posting foto di Instagram, hehe..

Matahari Terbit Terakhir di 2017.
Dulu mungkin masih nikmat, namun sekarang ini sudah tidak nikmat lagi. Di samping cuaca yang seringnya badai karena pada puncak musim penghujan, di sisi lain banyaknya pendaki yang mempunyai pemikiran demikian menjadikan gunung penuh bak pasar malam. Harus kuat bermacet-macet ria saat pendakian ke atas. Hal itulah kenapa saya memilih Gunung Munara, gunung kecil di Bogor yang tidak begitu terkenal untuk melihat matahari terbit terakhir di tahun 2017.


Gunung 3000 mdpl di Pulau Jawa

Sebagai pusat pemerintahan, Pulau Jawa menyimpan banyak gunung-gunung yang bisa membuat kita berdecak kagum. Secara total terdapat 12 gunung yang memiliki ketinggian di atas 3000 mdpl. Semua gunung tersebut terbentang dari ujung barat ke ujung timur pulau dengan populasi terbanyak tersebut. Selain indah, gunung-gunung dengan tinggi sepertiga ketinggian Gunung Everest tersebut sangat menantang untuk didaki.

Kerucut Puncak Arjuno.
1.       Pangrango 3.019 mdpl
Di daftar pertama terdapat gunung Pangrango yang terletak  paling barat dari deretan gunung 3000 m di Jawa. Rute yang jelas dan banyaknya sumber air membuat gunung satu ini menjadi favorit para pendaki, terutama yang berasal dari ibukota. Puncaknya seh biasa aja dengan tugu triangulasi, tetapi di sebelahnya terdapat Lembah Mandalawangi yang banyak ditumbuhi edeilweis. Sedap sekali tentunya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...