Showing posts with label Danau. Show all posts
Showing posts with label Danau. Show all posts

Toba Solotrip #2: Tuktuk dan Sipiso-piso

Setelah puas menikmati keindahan alam di asal muasal Orang Batak, hari kedua saya rencanakan untuk menikmati sedikit kenyamanan di Tuktuk. Seperti banyak daerah wisata lain yang ramai dikunjungi turis mancanegara biasanya terdapat satu kawasan, lumrahnya berupa jalan, yang kanan kirinya banyak terdapat hotel dan tempat makan/minum, di Danau Toba Tuktuklah tempatnya.

Air Terjun Sipiso-piso.
Sepintas Tuktuk mirip dengan Kuta di Bali atau Prawirotaman di Jogya, namun dalam skala yang lebih kecil. Banyak terdapat hotel di kanan kiri jalan, baik sebuah kamar yang mirip kosan sampai hotel mewah yang menghadap langsung ke Danau Toba. Banyak pula terdapat tempat makan yang menawarkan menu andalan seperti pizza dan lasagna. Pub pun tidak ketinggalan meriahkan kawasan Tuktuk di malam hari.

Toba Solotrip #1: Mendaki Pusuk Buhit

Salah satu asyiknya bekerja di perusahaan konstruksi yakni sering (semoga) ada tugas ke luar kota dan pada kesempatan kali ini, Aceh Timur! Tidak menunggu lama, jemari langsung googling di internet tempat apa yang bisa dikunjungi ketika ada instruksi dari atasan untuk pergi ke sana. Ternyata, bandara terdekat adalah dari Kualanamu di Medan (dilanjut 6 jam perjalanan darat) dan Lhoksumawe (ditambah 2 jam jalan darat).

Toba dari Puncak Pusuk Buhit.
Setelah memperhitungkan beberapa faktor, terutama keamanan dan waktu, kuputuskan untuk pergi menjelajah di sekitar Sumatera Utara ketimbang Aceh. Solotrip di Aceh, apalagi di tempat yang merupakan bekas sarang utama GAM, sepertinya perlu dipertimbangkan baik-baik. Jatuhlah pilihan pada Danau Toba yang ternyata mempunyai panorama yang sungguh menyejukan mata.

Lima Gunung dengan Danau Menawan

Tentu semua setuju, danau dan gunung adalah perpaduan yang ciamik! Bayangkan saja, pemandangan alam pegunungan yang indah ditambah permukaan danau yang bak kaca. Tambahkan di imaji tadi dengan kawan mendirikan tenda di pinggirannya, berkemah dan bersantai memancing ikan. Aih, siapa yang bisa menolak pesonanya? Maka tidak heran, perpaduan gunung dan danau seringkali dipotret untuk foto landscape kalender atau background wallpaper.

Menyusur Danau.
Nah, pada tulisan kali ini, izinkan saya untuk mengupas beberapa gunung di Indonesia yang memiliki danau di dalam kawasannnya. Danau-danau ini tentu sayang untuk dilewatkan untuk lokasi bertenda yang strategis. Selain menjadi sumber air minum yang mudah, feel berkemah di pinggir danau itu lo.. yang.. ah, rasakan sendiri ya, hehe..

Bersantai di Danau Segara Anak

Di luar tenda mulai terdengar hiruk pikuk para pendaki walau udara masih dingin menusuk. Sinar mentari pagi sedikit terlambat sampai ke tempat ini, terhalang tebing-tebing tinggi. Tak ingin ketinggalan menikmati suasana pagi di pinggir danau, kulepas sleeping bag, dan membuka pintu tenda. Hanya berjarak kurang dari sepuluh meter, Danau Segara Anak menjadi santapan nan lezat bagi mata yang lapar. Ah, akhirnya, yang dulu cuma angan kini menjadi nyata.

Heaven.
Di pinggir danau, para pendaki dan warga sekitar sudah asyik memancing ikan. Berbagai jenis joran menjulur ke tengah danau, mencoba peruntungan di pagi itu. Danau yang indah ini memang terkenal akan ikan mas dan mujair sebagai penghuninya. Dari sebesar jari sampai lengan orang dewasa dapat kita pancing. Mau digoreng atau dibakar, sama enaknya, sama gurihnya.

Menghilangkan Pening di Rawa Pening

Jika kawan melintas dari arah Jogya atau Solo menuju Semarang, pastinya pernah melewati sebuah rawa luas yang mencakup beberapa kecamatan. Dengan luas 2.670 ha, Rawa Pening membentang dari Ambarawa, Banyubiru, bahkan sampai Salatiga. Untuk menuju kesini kita tidak perlu bersusah-susah. Ada tiga titik wisata yang dapat dituju, di Tuntang ada Rawa Permai yang ramai, di Banyubiru ada Bukit Cinta yang katanya lebih teduh, dan tempat terakhir yang menjadi tujuan saya: Wisata Apung Kampung Rawa di Ambarawa.

Karamba.
Kampung Rawa sejatinya adalah hasil paguyuban warga Ambarawa untuk menarik wisatawan ke Rawa Pening. Di samping dapat menciptakan lapangan kerja baru, hal ini dapat mempermudah dan memberikan alternatif untuk para wisatawan. Terdapat perkumpulan perahu yang dapat di sewa untuk menjelajah Rawa Pening, kios-kios oleh-oleh, warung-warung jajanan dan makanan, dan restoran apung yang menawarkan aneka menu lokal.

Menyisir dan Menelisik Mitos Maninjau

Alkisah hiduplah sepuluh bersaudara yang dikenal dengan nama Bujang Sembilan dengan si Bungsu yang cantik jelita. Kesepuluh bersaudara tersebut tinggal di kaki Gunung Tinjau. Menginjak dewasa, terjalinlah cinta kasih antara Sani si Bungsu dengan Giran, anak dari kerabat mereka. Namun, hubungan tersebut harus berakhir tragis karena Kukuban, sulung dari Bujang Sembilan menaruh dendam hingga fitnah kepada Giran. Singkat cerita, Gunung Tinjau meletus berkat doa si Giran dan menghancurkan Bujang Sembilan. Gunung yang meletus tersebut sekarang berubah menjadi Danau Maninjau.

Mengayuh Sampan di Maninjau.
Begitulah sepenggal mitos terjadinya Danau Maninjau yang merupakan danau terbesar kedua di Provinsi Sumatera Barat. Pesan moral legenda tersebut sangat jelas, janganlah kita mendendam orang lain karena hal yang bukan menjadi kesalahannya. Dari dendam dapat muncul iri dengki hingga fitnah yang tidak berdasar. Kini, yang tersisa adalah keindahan Danau Maninjau yang sayang untuk dilewatkan jika kita berkunjung ke Sumatera Barat.

[Berusaha] Mancing Ikan di Singkarak

“Itu pegang ujungnya! Kasih batu lagi!”, teriaku keasyikan ke Juan sambil memegang jaring jadi-jadian yang kami bikin. Rencananya, kain jilbab yang disulap jadi jaring ini akan kami letakan di dasar bebatuan dan pas ikan lewat di atasnya, hap! Ikan-ikan bilis itu siap dimasak. Untuk itu dibutuhkan batu sebagi pemberat sedangkan aku akan berjaga memegang tali yang mengikat keempat ujung kain jaring tersebut. Harapannya jaring itu bisa sekaligus menangkap ikan-ikan kecil yang berseliweran di Danau Singkarak.

Menjala Ikan.
Percobaan-percobaan yang Gagal
Pagi itu kami bertiga memang sedang asyik menangkap ikan danau untuk pelengkap makan siang nanti. Di penghujung travelling ke Kerinci, bekal pun semakin menipis hingga hanya bersisa mie instan dan bumbu dapur. Oleh karena itu, ketika melihat banyak ikan-ikan kecil berenang di pinggir danau langsung saja kami merasa terpanggil untuk melakukan penangkapan agar saat siang nanti mie instan tidak sendirian masuk ke perut kami.

Mengunjungi Danau Vulkanik Tertinggi se-Asia Tenggara

Kawan, tahukah kalian kalau danau vulkanik tertinggi se Asia Tenggara berada di Indonesia? Ya, lokasi persisnya berada di Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Dengan ketinggiannya, tak heran danau indah ini dikelilingi pegunungan, tepatnya ada tujuh gunung. Oleh karena itu mendapat nama Danau Gunung Tujuh. Danau ini masih termasuk kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat sehingga seringkali menjadi lokasi yang sempurna untuk bersantai sehabis trekking ke Puncak Kerinci.

Sunrise di Danau Gunung Tujuh.
Danau vulkanik yang berada di ketinggian ini memang asyik banget untuk kemping. Air danau yang jernih hingga sampai dasar dan pepohonan yang teduh membuat makin betah berkemah di sana. Saat sore atau pagi hari seringkali tupai-tupai yang usil menghampiri mencari remah-remah roti. Burung pun tak malu-malu berkicau di dekat tenda. Kepiting dan ikan, walau kecil-kecil, menanti untuk dipancing.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...