Bogor-Garut
Pukul sepuluh malam itu, berbekal tenda, mini trangia, dan makanan seadanya dari kosan, saya dan Lei Sang Setan Kopi, mulai menembus dinginnya malam Bogor menuju Garut, Kabupaten yang terkenal akan Dodolnya. Tujuan kami adalah Cikajang, salah satu jalur pendakian Gunung Cikuray yang jarang dilewati. Kebetulan pula ada teman yang berdomisili di sana, lumanyanlah buat tempat melepas lelah dan menitipkan sepeda motor yang aman dan gratis. :p
Matahari terbit dari Puncak cikuray
Dinginnya malam memaksa kami menghentikan perjalanan sejenak di warung yang banyak bertebaran Puncak. Menikmati kopi hitam dan jagung bakar di tengah dinginnya malam sungguh menggugah batin ini. Menambah nikmat perjalanan yang baru saja dimulai.
Sesampai di Bandung pukul 2 dini hari, karena tak kuat menahan dingin, kami putuskan untuk singgah sementara. Sontan kami langsung mengarahkan motor ke Dago, ke tempat kawan yang kami yakin, pasti masih terjaga pagi itu. Setelah numpang menghangatkan diri dan numpang ngopi, pukul 8 pagi perjalanan kami lanjutkan kembali. Makasie ya Mila atas tebengannya. Hehe…
Demi mempercepat perjalanan menuju Garut, kami putuskan untuk melewati Majalaya, alih-alih jalur Nagreg. Dan ternyata, jalannya sungguh alamak… penuh lubang dan berliku kalau kata Bang Iwan. Di beberapa ruas terpaksa Lei harus turun agar motor kuat buat nanjak.