Menjelang
pernikahan, umumnya orang akan pusing dengan persiapan prosesi pernikahaan yang
ruwet dan seabrek. Tidak terkecuali diriku, pernikahan ini memang menyita
sebagian waktuku, namun untungnya hanya sebagian kecil saja. Sebagian besar
fokusku malah jatuh pada “rangkaian” akhir prosesi pernikahaan yang disebut honeymoon. Sengaja kumasukkan ke dalam
rangkaian pernikahan, yah, agar kelihatan kerja sedikit, ikut membantu acara,
hehe…
| Berkendara Roda Dua di Krabi. |
Akhirnya jatuh ke Krabi
Pada mulanya
Krabi tidak pernah terpikir sama sekali olehku. Keinginan kami saat itu yakni
hendak mengunjungi bagungan tua di Osaka, melihat Sakura, dan makan mie ramen
langsung di negara aslinya, Jepang. Membaca berbagai referensi dan kondisi yang
ada, sepertinya haluan harus dirubah. Pergi ke Jepang dengan passport baru kami
yang belum e-passport mengharuskan mengurus visa di Jakarta terlebih dahulu. Kala
itu aku masih di pelosok Sulawesi, dan calon istriku sibuk dengan S2nya,
membuat kami akhirnya memutuskan mengganti tempat atau negara yang tidak
memperlukan visa.