Showing posts with label Temple. Show all posts
Showing posts with label Temple. Show all posts

Krabi, a Nice Place to Honeymoon

Menjelang pernikahan, umumnya orang akan pusing dengan persiapan prosesi pernikahaan yang ruwet dan seabrek. Tidak terkecuali diriku, pernikahan ini memang menyita sebagian waktuku, namun untungnya hanya sebagian kecil saja. Sebagian besar fokusku malah jatuh pada “rangkaian” akhir prosesi pernikahaan yang disebut honeymoon. Sengaja kumasukkan ke dalam rangkaian pernikahan, yah, agar kelihatan kerja sedikit, ikut membantu acara, hehe…

Berkendara Roda Dua di Krabi.

Akhirnya jatuh ke Krabi
Pada mulanya Krabi tidak pernah terpikir sama sekali olehku. Keinginan kami saat itu yakni hendak mengunjungi bagungan tua di Osaka, melihat Sakura, dan makan mie ramen langsung di negara aslinya, Jepang. Membaca berbagai referensi dan kondisi yang ada, sepertinya haluan harus dirubah. Pergi ke Jepang dengan passport baru kami yang belum e-passport mengharuskan mengurus visa di Jakarta terlebih dahulu. Kala itu aku masih di pelosok Sulawesi, dan calon istriku sibuk dengan S2nya, membuat kami akhirnya memutuskan mengganti tempat atau negara yang tidak memperlukan visa.

Solotrip ke Gunung Padang


Jumat, 14 Febuari 2014, Gunung Kelud yang selama ini batuk-batuk kecil mengeluarkan letusannya yang besar. Untungnya, dampak yang dihasilkan tidak sedahsyat Gunung Merapi di Yogyakarta. Namun, cakupan imbas dari letusan Kelud lebih luas dari Merapi. Semua ini berkat abu vulkanik yang mengangkasa sampai ke Banten, di ujung lain dari Pulau Jawa. Gara-gara ini pula akhirnya dengan berat hati aku harus membatalkan trip ke Kiluan bersama teman-teman karena penerbangan dari Semarang ikut ditutup.

Mari Belajar Sejarah.
Pusing harus ke mana, kuputuskan untuk mengunjungi Gunung Padang, lokasi yang sedari dulu ingin kudatangi. Dengan berbekal jaringan paket internet yang sebentar lagi habis, kutemukan titik cerah transportasi ke sana. Lumayan gampang ternyata. Sarana yang kuambil dari Semarang yakni kereta Menoreh ke Jatinegara, disambung angkot-metromini-busway-plus nyasar ke Terminal Rambutan untuk mencari bus menuju Kabupaten Cianjur.

Peleisir ke Ratu Baka

Dalam Bahasa Jawa, ratu artinya raja, sedangkan baka mempunyai arti bangau. Sehingga kata Ratu Baka (dibaca ratu boko) secara leksikal berarti raja bangau. Konon ceritanya Ratu Baka adalah ayah dari Loro Jonggrang, salah satu tokoh sentral dari cerita Candi Prambanan. Benar atau salah, Ratu Baka hanya berjarak 3 km dari candi anaknya, Loro Jonggrang.

Dua Sepatu Lusuh Sehabis Perjalanan.
Penasaran akan pesona Ratu Baka, sehabis dari menjelajah deretan Pantai Gunung Kidul, kami sempatkan untuk mampir sebentar. Jika kawan dari Gunung Kidul, ambil belokan ke kanan di pertigaan pertama setelah melewati jalan yang menanjak. Sehabis jembatan, ketemu jalan lurus datar, ada lampu merah belok kanan. Haha.. ngasih petunjuk arahnya sangat Indonesia ya. :p

Gedong Songo, a Mystical Temple

I always love to see an old temple with its own story behind of hundred years history. So do with Gedong Songo, a Hindi temple built by Syailendra Dynasty.  Locate in a height of 1.200 asl in Ungaran Mountain, Gedong Songo had a fantastic view. An old temples, fog, and mountains made Gedong Songo sprouded its mystical aurora. The felt like I were in heaven where the immortal gods stayed.

Snack and Drink Seller.
Gedong Songo come from two words, Gedong which means building and Songo means nine. So, basically it means ‘nine bulding’. When in the first time found by Raffles its only seven, so the name was ‘Gedong Pitoe’, pitoe means seven. Later, the two broken temple found and the name changed like it’s today.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...