Mendadak Batur

“Dhan, aku stress, butuh naik gunung neh. Naik gunung yuk, kapan kamu ada waktu?”, bunyi wa seminggu lalu.
“Minggu ini aku bisa. Tapi ke gunung mana?”
“Bali.”, jawab temanku yang sedang di Sumbawa.
“Bayari tiketnya ya?”
“Oke.”
“Berangkat!”

Gunung Batur.
Saya kebetulan sedang di kota kecil Indramayu dan teman saya penggila kopi, Lei, sedang di Sumbawa dan memang, kalau ditarik garis lurus, gunung di tengah-tengah jarak kami berdua ya di Bali. Tidak butuh gunung yang tinggi, cukup untuk melepas penat dalam weekend sabtu-minggu, kami berdua memutuskan naik ke Gunung Batur!

Sepi di Pakuwaja

Sudah cukup lama saya tidak mendaki gunung di Jawa Tengah, dan lebih lama lagi saya tidak menyusuri jalur tengah Jawa Tengah yang aduhai ketika membelah Gunung Sumbing dan Sindoro. Teringat dulu suka melewati jalur ini bersama Bluemerry, sepeda motor kesayangan, berkendara asyik membelah kabut tipis sore hari. Ada beberapa gunung indah di bagian tengah Pulau Jawa ini, salah satunya Gunung Prau yang lagi ngehits beberapa tahun belakangan ini.

Puncak Pakuwaja.
Ingin sekedar menikmati suasana gunung tempo dulu, saya memutuskan mendaki gunung yang belum banyak terdengar di telinga orang. Apalagi saya mendaki di saat long weekend libur Hari Kemerdekaan, tidak terbayang pasti semua gunung penuh bak pasar malam. Setelah googling sana-sini, saya memilih gunung kecil di Dataran Dieng. Pakuwaja namanya, gunung 2.390 mdpl ini berdiri tepat di depan Gunung Prau, basecampnya pun ‘berhadapan’ yakni Patak Banteng untuk Gunung Prau dan Parikesit untuk Gunung Pakuwaja.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...