Dudul saat Naik Kereta

Kereta selalu menjadi moda transportasi favorit saya, apalagi kalau bukan karena jadwal yang hampir pasti tepat dan tidak terjebak macet. ya, iyalah, gak mungkin kan metromini menyerobot jalur kereta api? Yang ada tergilas, ups, semoga tidak pernah terjadi. Tidak seperti bis, kita dapat berjalan-jalan dengan bebas di dalam kereta asal tidak membawa barang dagangan, nanti bisa-bisa bukan lagi jalan-jalan, tetapi kejar-kejaran dengan Bapak-bapak satuan pengamanan, hehe..

Stasiun Bandung.
Banyak kejadian lucu (baca: tragis) yang saya alami dengan moda satu ini. Jika diingat-ingat kembali, kok bisa ya dulu kayak gitu. Dari ketinggalan kereta, salah tanggal dalam membeli tiket, atau salah membaca jam. Semua itu terjadi karena, terus terang harus diakui, kedodolanku sendiri, hikss.. Berikut kisah lengkapnya.

Gunung Karang yang Mistis

Seperti yang sudah-sudah, saya tidak membutuhkan perencanaan jauh-jauh hari untuk mendaki gunung sejenis Lembu, Pulosari, atau Karang. Gunung-gunung lokal ini sudah lumayan ramai dikunjungi sehingga akses menuju ke titik mulai pendakian dan jalur ke puncak sudah tergambar dengan jelas. Keterangan pun sudah dengan mudah dapat kita peroleh di internet. Semenjak membaca bukunya Clement Steve berjudul Menyusuri Garis Bumi, saya ingin sekali mendaki gunung satu ini. Karena itu, ketika ada teman yang bisa menemani, sore itu kami putuskan untuk mendaki Gunung Karang.

We made it!
Seharusnya jika membaca keterangan di internet, akses ke sana cukup mudah, ada beberapa jalur yang dapat dilewati seperti Kaduengang dan Pagerwatu/Ciekek. Seharusnya gunung ini pun cukup mudah didaki karena sering ‘dijamah’ oleh pendaki, tentunya jalur pendakian jelas dan tidak harus membuka jalan. Seharusnya pula, bagi kami berdua yang belum pernah mendakinya tentu tidak akan banyak mengalami kendala, tetapi…
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...