Gede Pangrango? Baca ini Sebelum Ke Sana

Gunung satu ini mungkin adalah gunung yang paling sering didaki. Gunung ini pula mungkin menjadi gunung yang paling ribet (baca : teratur) soal urusan perizinan. Pada bulan-bulan tertentu, gunung ini mungkin menjadi satu-satunya gunung yang memberlakukan penutupan pendakian secara berkala. Mungkin. Gunung yang terletak di Jawa Barat ini bernama Gede-Pangrango.

Perjalanan ke Gede.
Gunung Gede Pangrango sejatinya adalah dua gunung yang terletak di satu kawasan seperti halnya Gunung Arjuna Welirang di Jawa Timur. Gunung Gede memiliki ketinggian puncak 2.958 mdpl sedangkan Puncak Pangrango berada 61 meter lebih tinggi. Walau lebih tinggi, Puncak Pangrango berupa gunung mati berbeda dengan Gede yang terdapat kawah aktif.

Pulau Dua Balantak, Mutiara di Ujung Sulawesi

Ketika pertama kali menginjakan kaki di Luwuk, Sulawesi Tengah, hal yang pertama kulakukan tentu saja googling tempat wisata yang ada di sini. Dari situ, munculah foto dua pulau yang saling berdekatan dengan daratannya yang gundul. Unik sekali. Rasa penasaran menuntun ke pencarian selanjutnya, mencari info di internet yang sangat minim dan juga dari penduduk lokal, yang ternyata juga hampir tidak ada yang tahu. Nama pulau tersebut yakni: Pulau Dua.

Pulau Dua.
Pulau Dua terletak di Kecamatan Balantak, Kabupaten Banggai. Jika dilihat di peta, maka Balantak berada di salah satu Semenanjung Sulawesi. Hal ini tentu membuatku makin penasaran untuk ke sana. Setelah informasi dan sarana untuk menuju ke sana tergambar jelas, baru pada bulan keenam sejak berada di Banggai aku bisa mengobati rasa penasaran akan Pulau Dua.

Spot Narsis di Gede Pangrango

Dewasa ini, dengan makin mudahnya proses mengabadikan segala hal ke dalam bentuk gambar membuat salah satu tujuan pendakian atau perjalanan yakni mengambil foto. Akui saja. Di samping bisa sebagai ajang pamer di berbagai media sosial, foto diri atau bersama rekan-rekan yang keren tentu akan menjadikan sebuah perjalanan makin manis untuk dikenang.
 
Tanjakan Setan.
Pada kesempatan kali ini, aku memilih Gede Pangrango sebagai lokasi  yang yahut untuk menjadi latar belakang foto kita. Gunung kembar Gede dan Pangrango ini memiliki jalur dan ketinggian yang tidak begitu menguras stamina. Foto di gunung yang keren tidak mesti melulu harus di puncak. Jalur pendakian Gunung Gede Pangrango dari Jalur Cibodas misalnya, sayang jika dilewatkan begitu saja.
 

I Forgot my Phone

Sebuah video di youtube yang layak menjadi perenungan bagi kita dewasa ini. Bagi kita generasi dua jempol dan kepala menunduk. Kita lebih mementingkan untuk share segala aktivitas kita sehari-hari ketimbang untuk menikmatinya dengan sepenuh hati.


Lebih memilih untuk menjalin komunikasi yang intens dengan teman atau bahkan orang yang tidak dikenal yang berada jauh dari kita, alih-alih orang di sekitar kita saat itu. Ironis memang. Kita asyik mengajak ketemuan atau kopdar di socmed, tetapi saat sudah bertemu malah sibuk sendiri-sendiri dengan gadget masing-masing.

Menyusur Semenanjung Sulawesi Tengah

Sebagai seseorang yang hobi memacu kendaraan beroda dua, aku sering meluangkan waktu di akhir pekan untuk menyusuri jalanan. Tak terkecuali ketika kebetulan sedang berada di Luwuk. Jalanan yang membentang di sepanjang pesisir salah satu ujung Pulau Sulawesi tentu sayang untuk dilewatkan. Target berkendara kali ini yakni sampai ke Pulau Dua, Balantak, ujung timurnya Sulawesi Tengah.
 
Jalan Menuju Pagimana.
Beruntung, saat berada di sini aku mempunyai seorang sahabat yang juga doyan menyusur jalanan dengan motor roda dua. Lebih mantap lagi, sahabatku ini memilih Kawasaki Ninja sebagai tunggangannya. Jadilah kami seharian menyusur jalanan yang berliku dan menanjak dengan motor besar itu. Rencana kami hari itu yakni menempuh rute dari Batui-Luwuk-Balantak-Bualemo-Salodik-Luwuk-Batui. Belakangan cek di google.maps kami menempuh jarak 428 km. Jarak yang sama seperti Jakarta-Semarang.
 

Curug Tujuh Cilember

Terletak di Bogor, Cilember dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengisi liburan. Lokasi persinya terletak di Perbukitan Hambalang, Desa Jogjogan, Cisarua, kurang lebih satu kilo setelah pintu tol jagorawi, belok kiri setelah Taman Wisata Matahari. Lokasi air terjun ini memang agak masuk ke dalam, namun masih bisa diakses sepeda motor atau mobil. Setelah berjalan kurang lebih satu kilo melewati jalan kampung, kita akan menjumpai gerbang masuk Wana Wisata Curug Cilember.
 
Petunjuk Arah Cilember.
Yang unik dari curug (air terjun) satu ini adalah jumlahnya yang terdiri dari tujuh buah dan dihitung secara terbalik. Tidak jauh dari pintu masuk, kita sudah dapat menjumpai curug ketujuh dan keenam yang terletak bersebelahan. Tinggi kedua curug itu kurang lebih 30 m. Saat weekend, kita kurang dapat menikmat keindahan curug ini karena banyaknya pengunjung.

Malela, Litle Niagara of Java

Orang-orang menjuluki air terjun ini dengan nama Litle Niagara. Memang pantas julukan tersebut. Bagaimana tidak, membentang hampir 50 meter dengan ketinggian hampir 40 meter, kita akan tampak kecil sekali di hadapannya. Memang aku belum pernah berkunjung ke Niagara, hanya melalui fotonya aku mengamini julukan Malela, Litle Niagara Waterfall.

Curug Malela.
Sudah lama kudengar dengung riuh pancuran airnya. Sebagai seseorang yang mengaku waterfall hunter, barang tentu wajib mengunjungi air terjun satu ini. Namun, setelah cukup lama bermukim di tanah Sunda, baru pada tahun keempat aku berkesempatan untuk merasakan riuh airnya dari dekat. Merasakan hembusan angin berair dari air terjun raksasa ini secara langsung. Malela benar-benar membuatku terlena.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...