Terletak di Bogor,
Cilember dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengisi liburan. Lokasi
persinya terletak di Perbukitan Hambalang, Desa Jogjogan, Cisarua, kurang lebih
satu kilo setelah pintu tol jagorawi, belok kiri setelah Taman Wisata Matahari.
Lokasi air terjun ini memang agak masuk ke dalam, namun masih bisa diakses sepeda
motor atau mobil. Setelah berjalan kurang lebih satu kilo melewati jalan
kampung, kita akan menjumpai gerbang masuk Wana Wisata Curug Cilember.
 |
| Petunjuk Arah Cilember. |
Yang unik
dari curug (air terjun) satu ini adalah jumlahnya yang terdiri dari tujuh buah
dan dihitung secara terbalik. Tidak jauh dari pintu masuk, kita sudah dapat
menjumpai curug ketujuh dan keenam yang terletak bersebelahan. Tinggi kedua
curug itu kurang lebih 30 m. Saat
weekend,
kita kurang dapat menikmat keindahan curug ini karena banyaknya pengunjung.
Untuk menuju
curug kelima, kita harus menempuh jarak kurang lebih 200 meter melewati jalan
setapak yang masih lumayan bagus. Curug kelima tidak setinggi curug ketujuh
namun memiliki debit air lebih deras. Agak susah jika ingin mandi-mandi di
sini. Di dekat Curug kelima terdapat sebuah warung yang menjual makanan dan
minuman ringan.
 |
| Gerbang Curug Cilember. |
 |
| Curug Tujuh dan Enam. |
 |
| Curug Lima. |
Jalur yang semakin terjal
Dari curug
kelima ke curug selanjutnya kita akan diuji dengan jalur yang semakin tidak
bersahabat. Semakin licin dan terjal. Dan oleh karena itu, semakin sedikit pula
pengunjung yang pergi ke sana. Curug keempat dan ketiga tidak jauh dari curug
kelima, kurang lebih 300 meter. Kedua curung ini bersebelahan seperti curug
ketujuh namun dengan ketinggian sepersepuluhnya. Mungkin hanya tiga meter
tingginya. Lumayan asyik untuk sekedar mandi-mandi.
 |
| Jalur ke Curug Dua. |
 |
| Turunan dari Curug Empat. |
 |
| Hasil Perjalanan ke Curug Dua. |
Sampai ke
curug ketiga jalur masih jelas, tidak ada percabangan yang membingungkan. Namun
untuk menuju curug kedua, selain jalur yang semakin terjal, banyak percabangan
yang harus kita lewati. Mungkin karena jarang pengunjung yang sampai sini,
aksesnya tidak begitu diperhatikan. Cocok bagi kawan-kawan yang suka
trekking ke hutan. Bisa sedikit
mengobatin kangen akan suasana pegunungan.
 |
| Curug Empat dan Tiga. |
 |
| Pengunjung yang Mandi di Curug. |
 |
| Curug Dua. |
Terletak di
tempat yang agak tertutup, curug ini memiliki ketinggian kurang lebih 40 meter.
Perjuangan ke sini dan beberapa kali kesasar membuat keindahan curug kedua
menjadi semacam hadiah tersendiri. Sebaiknya jangan berani-berani untuk mandi
di curug kedua. Bukan karena arus yang deras. Bukan pula karena kedalaman
airnya. Namun karena banyaknya pacet di sana. Di sinilah aku pertama kali
digigit pacet dari kaki sampai leher. Horor, saudara!
Rumah Kupu-kupu
Di samping
air terjun, Wana Wisata Cilember juga menawarkan sarana rekreasi yang lain.
Terdapat camping ground Lembah Pakis
bagi yang gemar berkemah. Tentu asyik camping
di bawah rindangnya pohon pinus. Lokasi ini juga cocok digunakan untuk kegiatan
seperti outbond atau aktivitas outing lainnya.
 |
| Calon Kupu-kupu. |
 |
| Rumah Kupu-kupu. |
 |
| Penjual Souvenir. |
Selain itu,
yang sedikit berbeda dari wana wisata lainnya, di Cileber terdapat Rumah
Kupu-Kupu. Di sini diternakan puluhan jenis kupu-kupu. Untuk dapat menikmati
keindahan kupu-kupu di sana kita harus membayar biaya retribusi tersendiri
(lima ribu rupiah pada tahun 2011). Sayang sewaktu ke sana tidak satupun
kupu-kupu yang dapat kulihat. Rupanya mereka masih dalam fase larva.
Wana
Wisata Cilember memang dapat menjadi salah satua alternatif untuk sekedar
merefresh diri di akhir pekan. Di sana juga banyak penjual yang menjajakan
souvenir khas Cilember. (dm 101113)
No comments:
Post a Comment