Hanya dengan mengandalkan plan ‘berangkat jumat, pulang
minggu’ akhirnya kaki ini berhasil menjejak Kepulauan Karimunjawa. Mengunjungi
Kepulauan yang satu ini memang hasrat yang sudah lama terpendam bagi saya.
Transportasi,
penginapan, sewa perahu
Sarana transportasi ke Karimunjawa dapat dibilang cukup
susah, karena itu kita harus jeli akan jadwal keberangkatan kapal menuju kepulauan
cantik ini. Pilihan saya jatuh ke kapal Expres Bahari ini untuk menyebrang ke
Karimunjawa dengan alasan waktu tempuh yang lebih cepat. Kapal ‘mungil’ ini terdiri
dari kelas eksekutif, bisnis, dan extra seat (kelas ekonomi) di bagian atas
yang berAC angin kuenceng Laut Jawa plus cipratan ombak kalau lagi beruntung,
hehe..
Menikmati indahnya terumbu karang Karimunjawa (doc: Fendi)
Sesampai di mainland, mencari penginapan yang murah dan
nyaman adalah tujuan selanjutnya. Pikiran pertama adalah mencari di lokasi yang
jauh dari pusat ‘kota’ dengan asumsi pasti murah harganya. Pikiran yang
kemudian saya sesali, homestay-homestay di dekat alun-alun ternyata menawarkan
harga yang jauh lebih murah, dari 40-70k ketimbang penginapan saya yang 125k
permalam. Yah, gapapa, buat pengalaman.