PadaFebruari 2010, bersama rekan dari Malang saya mendaki Gunung Dempo, yang bagi saya kala itu adalah pendakian yang benar-benar melelahkan. Saking lelahnya,
hanya bisa sampai puncak dan turun ke lembah, tidak sanggup lagi untuk
meneruskan sampai ke Kawah Dempo. Tujuh tahun kemudian, pada bulan Maret 2017,
saya memberanikan diri mengulang pendakian Gunung Dempo.
| Sebelum Shelter 2. |
Pada
pendakian kali ini, saya ditemani rekan dari Jakarta dan Garut. Berempat dan
berkat promo moda pesawat terbang Lion Air (yang belakangan agak kami sesali),
berangkatlah kami ke Pagaralam, kota kecil berjarak kurang lebih delapan jam
dari Palembang. Sesuai namanya, Pagaralam dikelilingi oleh bentangan alam
pegunungan yang sangat memanjakan mata. Gadis-gadisnya pun tidak kalah sejuk di
mata. #eh