Showing posts with label Jelajah Kota. Show all posts
Showing posts with label Jelajah Kota. Show all posts

Wisata Murah [Sekali] dengan Kereta Api

Minggu Senin kemarin, pertama kalinya saya mencoba berwisata murah dengan kereta api. Berada di Kota Cilegon yang lumayan jauh dari Ibukota membuat sarana transportasi menjadi bukan barang yang murah. Dari membuka beberapa laman internet, baru saya ketahui ternyata ada kereta api yang rutin beroperasi dari Merak ke Jakarta, malahan ada empat kali perjalanan setiap harinya. Dari situlah terbesit ide untuk jalan-jalan dengan kereta api.

Suasana di Dalam Commuter Line.
Tujuan jalan-jalan kali ini memang tempat wisata yang sudah terkenal umum dan berlokasi dekat dengan stasiun kereta. Iyalah, karena saya hendak menggunakan moda kereta api, tentunya lokasi tujuan pun harus disesuaikan, malas juga kalau harus berganti moda aspal selama berjam-jam. Terdapat dua lokasi yang menjadi tujuan saya: Kota Tua dan Kebun Raya Bogor kemudian sambil menikmati Kota Bogor di malam hari.

Dudul saat Naik Kereta

Kereta selalu menjadi moda transportasi favorit saya, apalagi kalau bukan karena jadwal yang hampir pasti tepat dan tidak terjebak macet. ya, iyalah, gak mungkin kan metromini menyerobot jalur kereta api? Yang ada tergilas, ups, semoga tidak pernah terjadi. Tidak seperti bis, kita dapat berjalan-jalan dengan bebas di dalam kereta asal tidak membawa barang dagangan, nanti bisa-bisa bukan lagi jalan-jalan, tetapi kejar-kejaran dengan Bapak-bapak satuan pengamanan, hehe..

Stasiun Bandung.
Banyak kejadian lucu (baca: tragis) yang saya alami dengan moda satu ini. Jika diingat-ingat kembali, kok bisa ya dulu kayak gitu. Dari ketinggalan kereta, salah tanggal dalam membeli tiket, atau salah membaca jam. Semua itu terjadi karena, terus terang harus diakui, kedodolanku sendiri, hikss.. Berikut kisah lengkapnya.

Menikmati Akhir Pekan di Bandung

Jalan di Braga pagi itu cukup lengang. Pejalan kaki tidak begitu banyak, toko-toko pun sebagian masih menutup tirainya. Memang, sudut Kota Bandung satu ini biasanya lebih ramai pada sore atau malam hari. Asyik kami berdua menikmati gedung-gedung tua di kiri kanan jalan, berfoto di kursi taman dengan latar dinding bata yang antik, dan menikmati lukisan yang dipajang sepanjang jalan.Tak lama, lewat bus tingkat pariwisata Bandung yang berwarna biru dengan penumpangnya yang penuh tawa, asyik berfoto dan selfie.
  
Braga.
Kupegang erat tangan kekasihku, senang dapat berjalan-jalan berdua lagi di tengah kesibukan dan jarak yang memisahkan kami berdua. Sudah lama kami berencana berkunjung di kota ini dan akhirnya terwujud pada pagi hari yang cerah itu. Memang, ini bukan kunjunganku yang pertama, sudah beberapa kali saya singgah di kota ini bersama kawan-kawan atau memang ada keperluan sendiri.

Tips Nyaman ke Kampung Semawis

Bagi penggemar wisata kuliner, tentu tak lengkap jika belum mengunjungi tempat satu ini jika bertandang ke Semarang. Terletak di kawasan Pecinan, ‘kampung’ yang sebenarnya cuma sederet jalan yang dipenuhi aneka penjual makanan dapat memuaskan selera kita soal makanan. Dari nasi goreng, siomai, sate babi, hingga aneka olahan mie dapat kita jumpai di sini.

Suasana Kampung Semawis.
Dari Simpang Lima, pusat Kota Semarang, ambil Jalan Gajah Mada ke arah Johar. Pada lampu merah ketiga belok kanan untuk menuju ke kawasan Pecinan. Nah, Kampung Semawis terletak persis di depan Gerbang Pecinan. Bagi yang menggunakan angkutan umum mungkin dapat naik angkot ke arah Johar, dari Pasar Johar dapat dilanjut naik ojek atau jalan kaki, Pecinan terletak bersebelahan dengan pasar terbesar se-Semarang ini.

Jalan-jalan ke Banten Lama

Bagi warga ibukota, mengunjungi peninggalan kerajaan Banten ini mungkin dapat menjadi salah satu pilihan untuk melepas penat pada akhir pekan. Terletak di Kota Serang, Banten Lama dapat dicapai dalam waktu 2 jam. Untuk mengunjungi semua peninggalan kerajaan yang pernah berjaya pada abad ke-15 ini pun tidak membutuhkan waktu lama. Berangkat dari Jakarta pagi hari, pada sore harinya kita sudah dapat berada di Jakarta kembali.

Keraton Kaibon di Sore Hari.
Penasaran akan sisa-sisa peninggalan sejarah kerajaan masa lampau tersebut, aku pun menyempatkan diri ke sana. Dengan menggunakan kendaraan roda dua kususuri jalanan Tangerang-Serang di pagi hari. Mengingat tempatnya yang agak berjauhan, mengunjungi Banten Lama akan lebih enak jika menggunakan kendaraan pribadi.

Melewati Malam di Little Tokyo

Dari kecil aku suka sekali membaca manga dan menonton serial dorama di tv swasta. Dari situ gambaran Kota Tokyo terpatri kuat di ingatan. Papan iklan bertuliskan huruf hiragana atau katakana, bahkan tak jarang kanji. Tempat makan dan pub yang berjajar sepanjang gang meramaikan suasana malam. Bagi yang belum pernah ke Tokyo, kita pun dapat menikmati secuil nuansa tersebut di sini, Indonesia. Tidak percaya? Datang saja ke Jaksel, tepatnya di Blok M atau dikenal juga dengan julukan Little Tokyo.

Ruffy dan Shank Berpose Bersama.
Pada dasarnya, Blok M adalah kawasan perniagaan dan juga terminal bus dalam kota. Di areal yang kecil ini, mall dan terminal terpadu secara apik. Sewaktu pertama kesini, sempat saya terkaget-kaget ketika mengetahui fakta bahwa di bawah terminal bus terdapat sebuah mall. Sebuah hal yang baru bagi saya kala itu, bagaimana sampai bisa terbesit ide untuk membangun mall di bawah terminal?

Botanical Garden of Buitenzorg

Don’t wory. That is the meaning of the word Buitenzorg which believed as the root of the name of Bogor. As one of the satellite city of Jakarta, Bogor has the largest and most complete botanical garden in Indonesia. On an area of 87 hectares there are plants and trees which the quantity almost 15.000 specimens. Right now, this botanical garden known as Kebun Raya Bogor.

Bogor Botanical Garden.
My first visit in this garden was in 2011, and since then when I have free time in weekend I’d love to spend an afternoon in here. Just lay down, ate some snack and read novel. The air, trees, and small lake inside here made me felt so comfort. Loved to spend all day in here.

Jalan-jalan Narsis di Sunda Kelapa

Untuk sekedar menikmati akhir pekan di Jakarta yang murah meriah, Sunda Kelapa tempo doeloe adalah pilihan yang tepat. Bekas pusat pemerintahan jaman Hindia Belanda ini sekarang sudah bertransformasi menjadi kawasan wisata yang menarik untuk dikunjungi. Jalan santai bersama teman-teman, refreshing menikmati suasana, atau sekedar hendak berfoto narsis ramai-ramai dapat dilakukan di kawasan Kota Tua.

Taman Fathahilah
Banyak spot-spot menarik yang bisa dijadikan latar untuk pose narsis kita. Dengan detail bangunan dan ornament yang khas abad pertengahan tentu akan membuat foto bergaya oldies kita lebih keren lagi. Pada akhir pekan suasana akan ramai sekali. Ondel-ondel, band jalanan, dan pantomin akan menghibur pengunjung.

Kota Lama, Little Netherland of Java

Sore itu, aku duduk berdua dengan kekasih di depan Gereja Blenduk. Di kanan-kiri pun banyak muda mudi yang asyik ngobrol dan berfoto. Dari yang hanya kamera handphone sampai DSLR dengan lensa yang besar-besar. Memang, kawasan Kota Lama di Semarang adalah salah satu lokasi yang digemari untuk melepas penat. Dengan detail bangunan dan ornamet yang khas benua Eropa serta banyak terdapat kanal-kanal, maka tak heran jika Kota Lama mendapat sebutan Little Netherland.

Pabrik Rokok Praoe Lajar.
Kota-kota pusat pemerintahan pada jaman kolonial dahulu memang kerap meninggalkan bangunan-bangunan yang megah dan sampai sekarang masih berdiri kokoh. Sebut saja Kota Tua di Jakarta, Braga di Bandung, dan Semarang pun tak terkecuali dengan adanya Kota Lama. Kawasan ini terletak dekat dengan jantung Kota Semarang saat ini, tepatnya di sebelah Pasar Johar Semarang.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...