Menikmati Akhir Pekan di Bandung

Jalan di Braga pagi itu cukup lengang. Pejalan kaki tidak begitu banyak, toko-toko pun sebagian masih menutup tirainya. Memang, sudut Kota Bandung satu ini biasanya lebih ramai pada sore atau malam hari. Asyik kami berdua menikmati gedung-gedung tua di kiri kanan jalan, berfoto di kursi taman dengan latar dinding bata yang antik, dan menikmati lukisan yang dipajang sepanjang jalan.Tak lama, lewat bus tingkat pariwisata Bandung yang berwarna biru dengan penumpangnya yang penuh tawa, asyik berfoto dan selfie.
  
Braga.
Kupegang erat tangan kekasihku, senang dapat berjalan-jalan berdua lagi di tengah kesibukan dan jarak yang memisahkan kami berdua. Sudah lama kami berencana berkunjung di kota ini dan akhirnya terwujud pada pagi hari yang cerah itu. Memang, ini bukan kunjunganku yang pertama, sudah beberapa kali saya singgah di kota ini bersama kawan-kawan atau memang ada keperluan sendiri.

Mendaki Gunung Salak

Sejak 2010, Salak selalu menjadi wacana bagi kami berdua, saya dan Lei, teman naik gunung yang sangat doyan ngopi (dan akhir-akhir ini, lari). Saya hitung, sudah tiga kali rencana ke sana gagal sebelum eksekusi, batal sebelum berangkat. Entah dari segi waktu yang tidak tepat karena tiba-tiba ada keperluan mendadak atau tiba-tiba, entah kenapa, kami berdua memutuskan untuk mengganti tujuan pendakian ke gunung lain, hehe..

Melewati Jalur yang Longsor.
Di benak saya, Salak selalu menjadi gunung yang penuh mitos. Sepertinya saya terpengaruh dari cerita-cerita yang beredar seperti cerita mistis atau cerita tersesat karena banyaknya percabangan yang harus dilalui. Horor pokoknya. Mungkin itulah penyebab ‘pembatalan’ rencana pendakian-pendakian sebelumnya. Tanpa sadar, benak saya mengatur agar tidak mendaki Gunung Salak. Mungkin saja.

Pulosari, Gunung Kecil dari Banten

Pernah dengar Gunung Pulosari? Belum? Jika Anda berdomisili di luar Provinsi Banten, wajar saja jika belum pernah mendengarnya. Saya pun baru mendengarnya setelah tiga bulan tinggal di Cilegon, Banten. Munkin saya yang katrok dan tidak gaul, yang jelas, pendakian kali ini bukan menentukan  gunungnya terlebih dahulu baru kemudian tanggal, sebaliknya, ada tanggal kosong baru mencari ilham untuk mendaki gunung mana. Ilham kali ini jatuh ke Gunung Pulosari.

Gunung Pulosari.
Gunung Pulosari sendiri terletak di Kabupaten Pandeglang, Banten. Gunung setinggi 1.346 mdpl ini berdiri gagah di ujung barat Pulau Jawa bersama Gunung Karang dan Gunung Aseupan. Tiga puncak ini seperti membentuk sebuah segitiga terbalik kalau dilihat di peta. Gunung Karang di sebelah kanan, di kiri ada Gunung Aseupan, dan Pulosari terletak di bawahnya.

Jangan Lupakan Bawa Benda Kecil ini Saat Pendakian

Menikmati keindahan alam di daerah pegunungan memang penuh dengan tantangan. Kondisi alam yang tidak menentu, baik itu cuaca yang kadang suka berubah-ubah atau dari kontur alamnya yang kadang membuat kita kehilangan orientasi. Namun, tentunya hal-hal seperti inilah yang membuat pendakian makin berkesan dan diganjar dengan panorama alam pegunungan yang indah membuat pendakian menjadi seperti candu untuk selalu meminta diulang kembali.



Untuk menghadapi kondisi terburuk di gunung, kita membutuhkan persiapan yang baik. Baik dari segi tubuh kita yang harus dilatih terlebih dahulu, dibiasakan berolahraga agar tubuh dalam kondisi prima dan sehat, maupun dari segi perlengkapan yang harus dibawa. Selain perlengkapan ‘besar’ yang harus dibawa seperti tenda, alat masak, sleeping bag, matras, dan lain sebagainya, ada juga perlengkapan ‘kecil-kecil’ yang tidak kalah penting. Pada tulisan kali ini, saya ingin mengulas beberapa item yang sebaiknya tidak dilupakan dibawa ini.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...