Gunung Pulosari
sendiri terletak di Kabupaten Pandeglang, Banten. Gunung setinggi 1.346 mdpl
ini berdiri gagah di ujung barat Pulau Jawa bersama Gunung Karang dan Gunung
Aseupan. Tiga puncak ini seperti membentuk sebuah segitiga terbalik kalau
dilihat di peta. Gunung Karang di sebelah kanan, di kiri ada Gunung Aseupan,
dan Pulosari terletak di bawahnya.
Untuk
mendaki gunung satu ini cukup mudah, sayangnya sarana transportasi ke sana
tidak begitu mudah jika dengan kendaraan umum. Dari Jakarta kita harus menuju
Serang, dari sini berganti bus ke arah Labuan kemudian turun di pertigaan
Mengger, dari pertigaan ini cari angkutan desa ke arah Pari. Di kiri jalan ada
semacam gapura pintu masuk pendakian Gunung Pulosari, nah, dari sini dapat naik ojek (yang sepertinya jarang ada selain
di akhir pekan) atau berjalan kaki sekitar dua kilometer menuju basecamp pendakian. Lumayan buat
permulaan, hehe..
Jika
menggunakan kendaraan pribadi, yang tentunya lebih mudah, kita dapat meluncur
dari arah Serang-Pandeglang-Labuan atau via Cilegon-Anyer-Labuan. Pada
pendakian perdana saya ke Pulosari, saya memilih menyusuri Pantai Anyer
mengingat domisili saya di Cilegon dan berangkat malam hari. Sepanjang jalan
Anyer tentunya lumayan ramai dibanding jalur Pandeglang. Jika menggunakan
kendaraan pribadi kita dapat memparkir kendaraan atau mobil di parkiran basecamp yang lumayan luas.
Tiba-tiba Pulosari
Seperti yang
saya sebutkan di awal, pendakian ini bukan menentukan tempatnya terlebih
dahulu, namun dari percakapan berikut:
“Sabtu
minggu ini naik gunung, yuk?”
“Yuk, ke mana?”
“Gak tau, ada ide?”
“Ke Pulosari
aja.”
“Yaudah, yuk! Eh, by the way, Pulosari di
mana, ya?”
Beberapa
saat kemudian saya disodorin alamat situs dan dilanjut googling. Memang seringkali perjalanan yang tidak direncakan lebih
besar kemungkinan untuk berhasil terlaksana daripada yang direncanakan
jauh-jauh hari. J
Setelah
menyusun daftar alat yang dibawa (yang semuanya kebetulan saya yang membawa),
berangkatlah kami dengan kendaraan roda dua dari Cilegon. Janjian jam tiga sore
molor sampai tiga jam, untung saja tidak jadi janjian jam empat sore, bisa-bisa
molor empat jam nanti. Perjalanan menuju basecamp
yang kurang lebih delapan puluh kilometer berdasarkan aplikasi navigasi di handphone saya patok dua jam. Namun
nyatanya menjadi empat jam karena: malam hari sehingga tidak bisa melihat jalan
dengan jelas karena lampu Bluemerry (nama sepeda motor saya) yang ikutan gak jelas, tidak tahu jalan, dan mencari
spirtus di sepanjang jalan (akhirnya dapat beli di bengkel motor setelah
menyerah mencari, fiuh).
Karena sudah
larut malam, pendakian malam itu terpaksa kami tunda menjadi esok pagi saja.
Istilah anak gunungnya, tek tok,
berangkat pagi pulang sore. Walau begitu, peralatan lengkap seperti tenda dan
alat masak tetap kami bawa, siapa tahu hendak tiduran di tengah jalan, kan,
hehe.. Jalur pendakian sangat jelas, jadi bagi yang pertama kali ke sini tidak
perlu kuatir tersesat.
Belakangan
saya tahu ternyata Pulosari sering juga dijadikan tempat untuk ‘bertapa’ karena
dianggap tempat keramat bagi kerajaan Sunda dulu. Maka tidak heran, banyak
sekali warung-warung yang berjualan di air terjun atau kawah. Ohya, di tengah
jalan sebelum Kawah kita akan menjumpai air terjun, sayang waktu itu sedang
musim kemarau sehingga debit airnya tidak terlalu besar.
Secara total,
lama pendakian yang kami tempuh cuma tiga jam saja. Sekitar dua jam menuju
kawah yang jalannya landai walau agak menanjak di beberapa titik, dan satu jam
menuju puncak dari kawah. Jalur satu jam terakhir ini tidak boleh diremehkan. Beberapa
kali, tangan harus ikut mendaki untuk mengangkat tubuh dan berpegangan pada
akar pohon. Asyik sekali.
Untuk
menceritakan keindahan gunung satu ini, silahkan lihat foto-foto di bawah:
![]() |
| Tiket Masuk Gunung Pulosari. |
| Anak Kecil yang Sedang Asyik Bermain. |
| Warung-warung di Dekat Air Terjun. |
| Air Terjun. |
| Kawah dari Puncak. |
| Foto Rame-rame di Puncak. |
| Puncak! |
| Jalur ke Puncak yang Curam. |
| Narsis di Jalur Menuju Puncak. |
| Kawah Gunung Pulosari. |
Keep clean, safe, and fun climbing. (dm,
26 Oktober 2015)

No comments:
Post a Comment