Showing posts with label Diamond Triangle. Show all posts
Showing posts with label Diamond Triangle. Show all posts

Cidaon versus Sadengan

Bagi yang sudah pernah ke Ujung Kulon tentu tidak asing dengan nama Cidaon. Padang penggembalaan banteng yang terletak persis di depan Pulau Peucang ini memang menjadi salah satu daya tarik wisata utama Taman Nasional Ujung Kulon. Serupa di ujung satunya Pulau Jawa, yakni di Taman Nasional Alas Purwo, terdapat Padang Penggembalaan Sadengan. Bak de ja vu, kedua tempat tersebut mirip sekali.
 
Pagar Pembatas Sadengan.
Di kedua padang penggembalaan tersebut kita dapat melihat banteng liar dan merak yang sedang asyik merumput. Namun, jika kawan membandingkan antara keduanya, tentu akan sedikit kaget. Walau sama-sama Taman Nasional, namun kondisinya bak langit dan bumi. Yang di ujung barat tampak kumuh dan tidak terawat, sementara ujung timur terlihat teratur dan terpelihara.

Kawah Bulan Sabit?

Bukan! Bukan sebuah kawah yang berbentuk bulan sabit. Bukan pula kawah sebuah gunung yang bernama ‘Bulan Sabit’. Nama gunung tempat kawah ini berada yakni Gunung Merapi. Tetapi bukan gunung berapi yang terletak di Jawa Tengah ataupun Sumatra Barat. Lokasi persisnya berda di Kawasan Cagar Alam Kawah Ijen, di ujung timur Pulau Jawa. Uniknya, pada kawahnya terdapat gundukan tanah dengan pepohonan di atasnya yang menyerupai bulan sabit. Persis seperti bulan sabit.

Kawah Bulan Sabit dari Kejauhan.
Aturannya, untuk menuju ke sini kita diharuskan mengantongi izin dari Dinas Perhutani selaku pengelola Cagar Alam. Jalur untuk menuju ke sini pun tidak mudah mengingat tiadanya akses yang jelas. Terdapat dua “rute” untuk menuju ke sini, yang pertama dari Pos Paltuding, Banyuwangi, yang membutuhkan waktu enam hari. Sementara jalur satunya cukup ditempuh dalam waktu 4 jam yakni dari bibir Kawah Ijen, lokasi Blue Fire yang terkenal tersebut.

Blue Fire dan Pesona Kawah Ijen

“Miaaww…”, terdengar suara tiga anak kucing yang tengah asyik bermain-main di depan warung Pak Im. Walau udara semakin dingin dimana sore akan berganti malam, mereka tampak makin asyik berlarian kesana kemari. Putih, Belang, dan Hutan adalah tiga anak kucing liar kesayangan Pak Im. Kecerian mereka bermain petang itu aku rasakan seperti sebuah tarian penyambutan bagiku di Kawah Ijen.

Pesona Kawah Ijen.
Blue Fire
Sejak tahun 2009, tutur Pak Taufiq yang berprofesi sebagai pemandu lokal, Kawah Ijen mulai terkenal ke seluruh dunia akan pesona api birunya. Turis-turis asing berdatangan kesini cuma hendak menyaksikan blue fire yang berada di Kabupaten Banyuwangi ini. Kawasan Cagar Alam ini sebenarnya sudah dua tahun ditutup karena berstatus awas sehingga tidak ada aktivitas penjualan tiket masuk. Meski begitu, jumlah kunjungan ke sini semakin ramai saja dari tahun ke tahun.

Sisi Lain Pantai G-Land

Tiga jejaka berbadan tegak dan dua dara berparas cantik dibalut bikini hitam berjalan melewati saya. Dengan tubuh tinggi dan rambut kemerahan khas ras kaukasoid, kelima pemuda tersebut  menenteng papan selancar yang besar dengan entengnya. Di sudut lain sepasang kekasih yang saya tebak berasal dari Australia jika mendengar logatnya, asyik duduk berdua mengobrol di pinggir pantai. Saya yang berpostur pendek rambut hitam khas ras Melayu ini serasa menjadi orang asing saja, padahal saat itu saya sedang berdiri di tanah Jawa, tepatnya di Pantai G-Land, Taman Nasional Alas Purwo.

Orang Ndarung.
 Seorang teman pernah bilang kalau ombak di G-Land itu tertinggi nomer dua setelah Hawai, entah benar atau tidak yang jelas mayoritas wisatawan kesini memang untuk berselancar, berburu ombak setinggi 6 meter. Karena tidak bisa dan tidak berminat berselancar kala itu, saya memutuskan menyusuri pantai sampai kaki lelah melangkah.

Mengikuti Siklus Hidup Penyu di Meru Betiri

“Ayo mas kalau mau ikut patroli, saya tunggu di pantai ya.” ajak Mas Eko, salah seorang penjaga Taman Nasional Meru Betiri, dengan ramah kepada saya. Malam itu hanya kami berdua pengunjung Taman Nasional yang terkenal dengan penangkaran penyunya ini. Langsung saja kami menuju Pantai Sukamade walau setengah jam yang lalu kami baru saja menginjakan kaki di sini. Kesempatan untuk menyaksikan penyu bertelur  tentu tidak bakal saya lewatkan begitu saja.

Penyu Hijau yang Sedang Bertelur.
Pantai Sukamade mempunyai  4 jenis penyu dari 6 jenis penyu yang ada di Indonesia yaitu Penyu Hijau (Chelonia mydas), Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu Slengkrah (Lepidochelys olivaceae), dan Penyu Belimbing (Dermochelys coriaceae). Penyu yang paling sering mendarat adalah Penyu hijau. (merubetiri.com)

Segitiga Berlian di Ujung Jawa Timur

see trees of green, red roses too,
I see them bloom for me an you,
and I think to myself: What a wonderful world.

Pesona Kawah Ijen.

Alunan lagu Louis Armstrong yang mengalun merdu di bis mengiringi perjalanan saya kali ini. Ya, dunia itu amat indah kawan, dan saya baru saja mengunjungi secuil keindahannya di Banyuwangi, daerah paling timur di Pulau Jawa. Seringkali pamor kabupaten ini redup akan pesona Bali yang terletak persis di sebelahnya. Tetapi jangan anggap remeh, Banyuwangi memiliki pesona alam yang tidak bakal ditemukan di daerah lain di Indonesia. Pesona itu sering dijuluki Segitiga Berlian.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...