| Penyu Hijau yang Sedang Bertelur. |
Pantai Sukamade mempunyai 4 jenis penyu dari 6 jenis penyu yang ada di
Indonesia yaitu Penyu Hijau (Chelonia mydas), Penyu Sisik (Eretmochelys
imbricata), Penyu Slengkrah (Lepidochelys olivaceae), dan Penyu
Belimbing (Dermochelys coriaceae). Penyu yang paling sering mendarat
adalah Penyu hijau. (merubetiri.com)
Patroli dalam Gelap
Malam
Biasanya, pengunjung harus berjalan dari kantor untuk menuju
tepi pantai, tetapi malam itu Mas Eko sendiri yang menyuruh menggunakan motor,
yah lumayan gak perlu berjalan sejauh
700 meter. Setiba di pantai kami langsung bergabung dengan para jagawana yang
bertugas, ada dua tim untuk menyusuri pantai sepanjang 5 km ini. Kami ikut tim
Mas Eko menyusur ke arah kanan.
Proses penyu bertelur adalah salah satu siklus hidup penyu
yang vital. Normalnya proses ini hanya berlangsung selama 3 jam, dari penyu
naik ke darat, bertelur, dan kembali ke laut. Rangkaian ini dapat berlangsung
lebih lama atau bahkan tidak jadi bertelur jika si penyu merasa pasirnya tidak
pas, kotor, banyak terdapat akar-akaran, dan diganggu babi hutan atau manusia. Oleh
karena itu kami mematikan senter walau cuaca malam itu gelap tak berbintang.
Dengan hanya diterangi cahaya temaran dari bulan sabit yang baru keluar, Mas Eko dengan jeli menemukan dua jejak penyu yang hendak bertelur. Bagi saya, jejaknya mirip lintasan tank tetapi dengan lebar hanya setengahnya. “Di Sukamade rata-rata setiap malam ada 2-10 penyu yang hendak bertelur di pantai”, ujar penjaga yang baru 6 tahun bertugas itu. Dari dua jejak tersebut, ternyata satu penyu kembali ke laut dan satu lagi sedang mencari pasir yang pas. Bingo!
| Proses Pelepasan Tukik. |
Kamipun duduk dengan santai agak jauh dari si Penyu yang
sedang membuat lubang bagi telur-telurnya. Pada fase ini, usahakan jangan
membuat keributan atau menyalakan senter. Tetapi ketika penyu sudah bertelur,
benar-benar mengeluarkan telur dari perut, kita dapat mendekatinya dari
belakang bahkan menyalakan senter atau kamera untuk memotret. Ternyata penyu
yang kami temukan malam ini dari jenis Penyu Hijau. Yang membuatku bingung,
bagaimana para penjaga ini tahu penyu sudah bertelur atau belum di gelap malam
seperti ini?
Selain manusia, babi hutan adalah musuh utama bagi penyu di
sini. Para jagawana harus berlomba dengan babi hutan demi menyelamatkan telur
penyu yang baru ditetaskan. Baru kami ketahui keesokan harinya ternyata
babi-babi hutan tersebut berhasil menjarah telur-telur dari penyu yang lain.
Skore seri untuk malam ini.
Pelepasan Tukik
Paginya kami ikut membantu (baca: memotret) pelepasan tukik.
Ada sekitar 600 tukik yang dilepaskan dari dua jenis yang berbeda yaitu Penyu
Hijau dan Penyu Sisik. Teringat saat di Ujung Genteng dulu dimana ratusan
wisatawan berebut melepas tukik ke laut, di sini kami tinggal membalikan ember
yang berisi ratusan tukik tersebut. “Dari 600 tukik ini, 6 saja yang bisa
bertahan sampai dewasa sudah bagus.” Ujar Mas Eko sambil memandang tukik-tukik
yang berlarian ke laut.
| Tukik yang Sedang Menuju ke Laut. |
Untuk menuju Meru Betiri paling mudah dari arah Banyuwangi
lewat Jajag menuju ke Pesanggaran. Pintu masuk Taman Nasional ini berada di
desa Sarongan, dari sini jalan mulai berbatu dengan kontur perbukitan. Di
tengah jalan terdapat sungai dengan jembatan yang sudah roboh sehingga
alternatifnya memutar sejauh 10 km atau naik rakit dengan sisa perjalanan 3 km.
| Menyebrang dengan Rakit. |
Untuk bermalam, di Sukamade terdapat homestay dengan tarif
yang bersahabat mulai dari kelas ekonomi 100 ribu per kamar isi orang sampai
kelas bisnis 200 ribu per kamar isi 3 orang. Kalaupun homestay di kantor
penangkaran penyu ini tidak mencukupi, terdapat perkampungan di dusun Sukamade
dengan jarak 5 km.
| Pantai Teluk Hijau. |
thanks infonya mas,,,
ReplyDeleteSama-sama mas, senang kalau apa yang saya tulis dapat berguna. :)
Delete