| Pesona Kawah Ijen. |
Sejak tahun
2009, tutur Pak Taufiq yang berprofesi sebagai pemandu lokal, Kawah Ijen mulai
terkenal ke seluruh dunia akan pesona api birunya. Turis-turis asing
berdatangan kesini cuma hendak menyaksikan blue
fire yang berada di Kabupaten Banyuwangi ini. Kawasan Cagar Alam ini
sebenarnya sudah dua tahun ditutup karena berstatus awas sehingga tidak ada
aktivitas penjualan tiket masuk. Meski begitu, jumlah kunjungan ke sini semakin
ramai saja dari tahun ke tahun.
| Blue Fire (doc. Ferdik). |
Blue fire hanya dapat disaksikan saat
tidak ada cahaya matahari. Perjalanan dari pintu masuk ke kawah membutuhkan
waktu sekitar dua jam ditambah 30 menit untuk turun ke kawah tempat lokasi blue fire. Jalan menuju ke kawah sudah
diperlebar walau masih lumayan menanjak, karena itu siapkan stamina yang prima
sebelum berjalan. Sementara dari pinggir kawah ke dasar jalan cukup terjal dan
hanya cukup untuk satu orang. Jika ingin sekalian menikmati sunrise, sebaiknya
berangkat pukul 2-3 pagi. Perhitungan ini untuk lama perjalanan dan menikmati
nuansa blue fire yang magis sambil
menunggu matahari terbit.
| Penambang Belerang 1. |
Kisah Para Penambang Belerang
Di samping blue fire, Kawah Ijen sendiri memang memiliki
panorama yang indah. Pesona kawah dengan latar belakang gunung Merapi layak
untuk diacungin jempol. Kita dapat menyaksikan kawah yang luas membentang
dengan air berwarna hijau toska. Perjalanan dua jam yang melelahkan akan terasa
impas ketika sampai di kawah. Jika ingin mendapatkan pemandangan yang lebih
menarik, kita dapat berjalan menyusuri pinggiran kawah. Tetapi perhatikan
langkah Anda karena jalan yang lumayan curam.
| Air Kawah yang Hijau Toska. |
Karena
setiap hari terpapar gas belerang, yang patut menjadi keprihatinan kita
bersama, tingkat rata-rata usia para penamang cuma berkisar 45 tahun. Sungguh
miris. “Yah kalau ada sawah yang bisa saya garap, gak bakalan saya nambang,
mas.”, aku seorang penambang yang sempat saya ajak makan makanan ringan
bersama. Tuntutan hiduplah yang memaksa mereka melakoni pekerjaan ini.
Keseluruhan, terdapat kurang lebih 400 penambang belerang di Kawah Ijen.
| Penambang Belerang 3. |
| Keranjang Belerang. |
Setelah puas
menikmati keindahan Kawah Ijen, kembali aku mengunjungi Warung Pak Im untuk
sekedar bersapa dan memesan semangkuk mie kuah pakai telur. Putih yang paling
aktif di antara mereka, berlari menubruk si Hutan, mengajak bermain di siang
itu. Sementara si Belang tengah asyik tidur siang. Terdengar orang lokal yang
sedang asyik bercengkrama dalam Bahasa Osing yang susah kupahami. Dan sekarang
saatnya pulang setelah menuntaskan Diamond Triangle di Kabupaten Banyuwangi
yang luar biasa ini. (dm 040813)
No comments:
Post a Comment