| Sam Po Kong. |
Untuk
mengawali wisata sehari di Semarang kita mempunyai banyak pilihan tempat, salah
satunya adalah Kawasan Simpang Lima.
Apalagi jika kawan mengunjungi Semarang di hari minggu, Car Free Day di Simpang
Lima tentu sayang untuk dilewatkan. Simpang Lima adalah pusat kegiatan Kota
Lumpia ini.
Ke arah
barat, kita dapat mengunjungi Klenteng Agung Sam Po Kong tempat peribadatan bagi umat Tiong Hoa. Tempat yang
juga dikenal dengan nama Gedung Batu ini sebenarnya sebuah petilasan, yaitu
bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok
beragama Islam yang bernama Cheng Ho. Desain dan arsitektur bangunan Sam Po
Kong yang khas daratan Cina tentu menarik untuk dikunjungi.
| Pagoda Kwan Im. |
| Keramaian Simpang Lima di Pagi Hari. |
Siang di Semarang yang Panas
Semarang
bagi sebagian orang memang terkenal panas, apalagi jika berkunjung ke daerah
pesisir. Untuk itu, pada siang hari kita dapat mengunjungi Lawang Sewu, salah satu landmark
Kota Semarang. Bekas gedung stasiun kereta api ini mempunyai banyak sekali
pintu sehingga disebut Lawang Sewu (pintu seribu). Selain keindahan
bangunannya, gedung yang terletak di depan Tugu
Muda ini juga terkenal akan keangkerannya. Hal ini mungkin disebabkan
karena selama masa pendudukan Jepang, Lawang Sewu digunakan sebagai tempat
pembantaian pejuang terutama di lorong bawah tanahnya.
| Lawang Sewu. |
| Pintu-pintu di Lawang Sewu. |
Senja di Semarang
Saat senja,
objek wisata yang asyik untuk dituju menurutku yakni Kota Lama. Nuansa kota peninggalan jaman kolonial ini akan terasa
lebih kental atmosfernya di sore hari. Kota Lama cukup luas untuk dijelajahi. Bangunan-bangunan
tua yang khas benua Eropa ini kebanyakan tidak bisa dimasuki, oleh karena itu
kita cuma bisa menikmatinya dari luar. Sehingga berjalan-jalan dengan matahari
tepat di atas kepala tentu mengurangi kenikmatan jalan-jalan.
| Sudut di Kota Lama. |
Malam, Saatnya Wisata Kuliner
Malam hari
adalah saat yang pas untuk berwisata kuliner. Tempat kuliner yang baru-baru ini
terkenal adalah Kampung Semawis yang
terletak di Pecinan. Banyak pilihan
menu kuliner yang dapat dipilih di sana. Sementara Pecinan sendiri cukup
menarik untuk dikunjungi. Kawasan warga Tiong Hoa yang termasuk luas ini terasa
kental akan nuansa Cina di tiap sudutnya. Seringkali pada akhir pekan kita juga
dapat menyaksikan pertunjukan barongsai di Kampung Semawis.
| Simpang Lima di Malam Hari. |
Terakhir,
sebelum meninggalkan Kota Semarang tentu tak lengkap jika tidak membawa
oleh-oleh. Buah tangan khas Semarang yang terkenal tentu saja Lumpia, Wingko
Babat, atau Bandeng Presto! Lumpia dapat kita beli dengan pilihan kering atau
basah (sudah/belum digoreng). Wingko Babat juga tersedia dalam berbagai pilihan
rasa. Khusus untuk Bandeng Presto, jika kawan masih lama akan mengkonsumsinya
baiknya membeli yang vakum karena bisa bertahan sampai dua minggu. Sementara
yang sudah digoreng cuma bertahan maksimal sampai 3 hari. Semua oleh-oleh ini
dapat diperoleh di Jalan Pandanaran,
dekat dengan Simpang Lima.
No comments:
Post a Comment