| Pose Wajib Puncak Gunung, Untung Bawa Payung. |
Gunung yang
memiliki ketinggian 1,726 mdpl ini terletak di Dusun Sawit, Kecamatan Ngablak, Kabupaten
Magelang, Jawa Tengah. Lokasi persisnya saya sendiri sudah lupa karena waktu
itu menggunakan kendaraan roda dua dari Semarang, kalau tidak salah cukup dekat
dari pusat Kota Magelang, tidak sampai satu jam.
Bersama teman
sependakian yang selalu setia menemani, Findi, saya naik motor dari Semarang
pada hari ketiga lebaran 2017. Findi sudah pernah naik gunung satu ini yang katanya
cuma 1.5 jam saja. Wah pendek sekali! Karena waktu tempuh yang pendek ini, saya
tidak mau repot-repot membawa full gear alias mau tektok saja. Berangkat dari
Semarang pun pagi hari dan rencananya sore harinya sudah kembali lagi.
Hanya berdua
dari Semarang, kami berkendara santai saja. Kurang lebih pukul sembilan pagi
kami sampai di Basecamp yang tampaknya banyak sekali motor yang parkir di situ.
Untung saja tidak berkemah di atas, bisa dibanyangkan penuhnya lokasi tenda
yang tentunya kurang nyaman bagi saya pribadi.
Membayar biaya
retribusi, sarapan pagi, dan packing ulang barang-barang yang hendak dibawa mendaki,
kami pun siap untuk berjalan pada pukul sepuluh pagi.
Pada awal
pendakian kita akan disambut gerbang masuk pendakian Gunung Andong yang cantik dilanjutkan
jalan setapak yang sudah dipaving. Memasuki hutan, jalanan digantikan jalan undak-undakan
yang sudah diratakan dengan beton dan kayu. Hehe.. gunung atau lokasi piknik
ini ya?
Setelah undakan
yang lumayan menguras tenaga, jalur pendakian digantikan jalur tanah biasa
dengan pepohonan di kiri kanan yang tidak begitu rapat. Pepohonan yang
mendominasi Gunung Andong rupanya berjenis pinus sehingga tanpak cantik untuk
dipandang.
Jalan ke
atas rupanya ada dua, satu yang sudah diratakan, dibuat agak memutar namun
landai. Satu lagi yang ke sisi sebelah kanan, langsung menanjak ke atas. Saya memilih
yang kedua. Lumayan asyik juga berjalan di punggungan gunung dengan pemandangan
yang terbuka tanpa pepohonan. Kadang-kadang kabut datang menambah asyiknya
siang itu, menjadikan siang itu tidak begitu terik.
Findi rupa-rupanya
ngos-ngosan melalui jalur ini, alhasil saya cukup lama bersantai menunggu di
atas sambil foto pemandangan di kanan dan kiri. Di atas tanjakan ini, puncak
sudah dapat terlihat. Kurang lebih satu jam pendakian, kami berdua sudah sampai
di atas.
Kaget juga,
rupanya di Puncak Gunung Andong yang juga lokasi untuk mendirikan tenda sudah
ada dua atau tiga gubuk yang menjajakan makanan. Ada kopi, teh, mie rebus, gorengan,
bahkan nasi goreng. Hehe.. ini mah namanya piknik beneran, tinggal bawa tenda,
tidak perlu masak, cukup pesan ke simbok yang berjualan di situ. Praktis!
Setelah berfoto
wajib di puncak gunung, kami berdua mampir ke salah satu warung untuk memesan mie
rebus dan kopi hitam. Nikmat.
| Jalan Setapak. |
| Undakan Beton. |
| Pos 2 Watu Gambir. |
| Undakan sebelum Jalur Tanjakan. |
| Jalur Tanjakan. |
| Kabut Menyerang. |
| Warung di Puncak Andong. |
| Petilasan di Gunung Andong. |
| Jalur Satunya. |
| Gerbang Masuk Gunung Andong. |
Saat kami
datang, puncak sudah tidak begitu ramai, para pendaki yang pada malam
sebelumnya memenuhi puncak sudah pada berkemas dan turun. Untung saja! Tidak berlama-lama
di puncak, setelah kenyang menyantap mie rebus kami putuskan untuk turun ke
bawah, namun dengan jalur satunya agar bisa menjajal semua jalur yang ada. Tidak
butuh waktu lama, kurang lebih satu jam berjalan tidak terasa kami sudah sampai
di basecamp lagi.
Andong memang
cocok untuk trip pendek pelepas rindu akan gunung. Sampai bertemu lagi di lain
waktu. Dm, 1 Januari 2019.
No comments:
Post a Comment