![]() |
| On the Plane. |
Belakangan ini
gaya berpergian dengan mengandalkan tiket promo memang makin marak. Para promopacker makin banyak bermunculan
dari kalangan muda, pekerja yang masih lajang, dengan penghasilan kelas
menengah. Dengan tiket promo, biaya perjalanan bisa sangat murah dan waktu
perjalanan yang dapat di-planning
jauh-jauh hari.
Biaya yang
murah memang menjadi alasan utama untuk berpergian dengan mengandalkan tiket
promo. Jalan-jalan ke luar negri memang membutuhkan banyak biaya dan sebagian
besar biaya yang dikeluarkan adalah untuk ongkos transportasi pesawat ke
destinasi tujuan. Dengan tiket promo, biaya ini biasa jauh ditekan. Namun,
lucunya, beberapa sering berlomba-lomba untuk dapat jalan-jalan dengan budget termurah! Semakin murah semakin
keren!
Mangsa utama
tiket promo memang para karyawan kantoran yang dapat mengambil cuti beberapa
hari. Cuti yang dapat direncanakan jauh-jauh hari, bahkan berbulan-bulan
sebelum pemberangkatan. Bagi mereka kepastian adalah yang utama, perencanaan
harus sematang mungkin, dan dipastikan lagi beberapa hari sebelum hari H, form
cuti sudah harus di-acc bos.
Karena itu
pula, biasanya teman-teman yang suka mantengin tiket promo, sudah memiliki
jadwal travelling yang padat, bahkan
sampai tahun berikutnya. Susah diajak jalan bareng yang bersifat dadakan. Semua
harus direncakan jauh-jauh hari dari setahun sebelumnya menyesuaikan penjualan
tiket promo yang biasaya setahun sebelum pemberangkatan. Mereka hanya
berpergian jikalau hanya terdapat tiket promo.
Disamping
kelebihan yang ditawarkan di atas, ada beberapa kelemahan menjadi seorang
promopacker. Destinasi yang dikunjungi tidak bisa memilih dengan bebas,
tergantung destinasi mana yang sedang menjadi promo, patokannya bukan ke
destinasi, tetapi promo mana yang sedang tersedia. Plan trip baru disusun
ketika sudah mendapat tiket pulang pergi.
Untuk teman
perjalanan pun bisa disesuaikan belakangan. Ada yang sudah janjian impulsif
barengan untuk membeli tiket promo, namun seringkali susah terlaksana karena
kondisi kantong yang sering berbeda ketebalan dan jadwal tahun depan yang sudah
padat. Untuk yang tidak begitu nyaman berpergian sendiri, biasaya mencari teman
perjalanan di millist dan group-group jalan-jalan dengan jadwal yang sudah fix
pulang perginya.
Bagi saya
yang jadwal cutinya belum menentu, tergantung kondisi kerja yang sangat
dinamis, tawaran promo-promo ini makin membuat emosi saja. Jikalaupun
dipaksakan membeli, belum tentu pada saat hari H dapat berangkat. Ada saja
kendala yang dihadapi, entah diminta memundurkan jadwal cuti karena ada kerjaan
yang harus diselesaikan atau mungkin berpindah tempat kerja. Tiket promo memang
menggiurkan, tapi sayangnya hanya dapat dilihat saja.
![]() |
| Tiket Berangkat. |
Jadwal
perjalanan yang pendek. Keinginan yang besar untuk mengunjungi banyak destinasi
wisata namun di sisi lain waktu perjalanan yang terbatas menghasilkan padatnya
“itennary” perjalanan para promopacker. Ittenary sudah harus disusun sampai ke
jam-jamnya. Tidur di hostel mana, berapa biayanya? Dan memang dengan waktu yang
terbatas, booking hostel menjadi
langkah pasti berikutnya. Jangan sampai ketika sudah sampai lokasi tujuan waktu
hilang untuk mencari tempat bermalam. Bagus lagi jika ada teman di destinasi
tujuan, lebih mengirit.
Sarana
transportasi pun harus sudah dipikirkan dari sebelum berangkat. Dengan apa untuk
berpindah dari bandara ke hostel, dari hostel ke lokasi wisata, satu titik ke
titik tujuan berikutnya. Semua sudah harus jelas. Dari jam sekian harus sudah
sampai tempat A, jam berikutnya berpindah ke tempat B. Malam pertama di
Kamboja, malam berikutnya di Vietnam, dan besoknya bisa-bisa sudah di Malaysia.
Sistem jalan kebut semalam. Yang penting sudah berada di destinasi A dengan
satu foto yang keren. Masing-masing berlomba-lomba mengumpulkan berbagai
destinasi, siapa paling banyak, dia yang menang!
![]() |
| Bali, Salah Satu Destinasi Wisata Populer. |
Style para traveler memang berbeda-beda,
semua mempunyai kecenderungan masing-masing. Ada yang menikmati perjalanan yang
santai dan tanpa rencana, ada pula yang sebaliknya. Dan untuk tipikal satu ini
cocok sekali untuk pejalan dengan dana yang terbatas, serta waktu berlibur jangka pendek dengan perencananaan yang detail. Apapun itu, yang paling penting kita menikmati perjalanan kan? (dm 28 Agustus
2014)



No comments:
Post a Comment