Jikalau
seseorang bisa melewatkan seharian di Sawarna dari sebelum matahari terbit
sampai tenggelam di hari minggu, sementara sabtu dan senin masuk kerja seperti
biasa, hal tersebut tentu lumrah jika dia tinggal di daerah Lebak atau
Pelabuhan Ratu. Tetapi lain halnya jika yang bersangkutan berdomisili di Bogor.
Mengingat Bogor-Lebak sekitar 8 jam berkendara, tentu orang itu berkendara di
malam hari dan sampai dini hari nonstop. Hmm.. kurang kerjaan atau nekat itu orang?
Dan itulah yang kami berdua lakukan.
 |
| Pantai Tanjung Layar. |
Tambahan,
rute menuju Sawarna pun kami tidak tahu. Dan untuk lebih menambah ‘kekerenan’
atau ‘kebegoan’ kami, sepertinya yang terakhir lebih tepat. Lampu jauh Blue,
sepeda motor yang kami tunggangi mati dan Lei, temanku yang
doyan banget ngopi itu, menderita
glukoma alias kalau malam hari penglihatannya antara ada dan tiada. Perlu
diketahui juga, rute Pelabuhan Ratu-Sawarna pada malam hari itu horror nian.
Jalan berbukit yang sepi di tengah hutan tanpa ada orang yang bisa ditanyai
arah. Mantap!
Oke, itulah
sederet fakta yang harus diungkap agar terhindar dari konspirasi hati, eh. Sekarang, mari aku ajak menikmati keindahan
Sawarna yang memang layak dikunjungi.
 |
| Peta dan Kopi di Jalur Sukabumi saat Dini Hari. |
 |
| Sepatu Butut. |
Sederet pantai di Sawarna
Sawarna
sebenarnya adalah sebuah nama desa pesisir di pelosok Lebak. Di sini kita dapat
mengunjungi Pantai Ciantir yang
ombaknya asyik untuk surfing. Pantai Tanjung Layar, namanya berasal
dari dua buah batu karang yang seperti layar kapal pinisi. Pantai Legon Pari, di sini kawan bisa menikmati keindahan pantai
dari karang-karang landai yang menawan.
 |
| Pepohonan Kelapa di Sawarna. |
 |
| Pantai Ciantir. |
Ke arah Bayah,
pun masih banyak pantai-pantai yang tak kalah indahnya. Ada juga pantai yang
pada musim tertentu banyak disinggahi ikan teri sehingga para nelayan akan
berbondong-bondong ke pantai untuk menjaring. Katanya seh rasanya enak sekali,
dan barang tentu kalau dijual juga lumayan mahal.
 |
| Pantai Ciantir. |
 |
| Pantai Legon Pari. |
 |
| Nelayan Menjaring Teri. |
Selain
pantai, Sawarna juga memiliki gua. Gua Lalay, gua yang paling dikenal oleh
masyarakat sekitar, hanya berjarak 2 kiloan dari ‘Pantai’ Sawarna. Tidak perlu
kawatir untuk tersesat saat susur gua, karena banyak warga lokal yang bersedia
menjadi guide dengan upah seikhlasnya. Saat kesana, kami dipandu oleh seorang
gadis cilik yang cakap.
 |
| Gua Lalay. |
Rute Menuju Sawarna
Sawarna
secara geografis terletak di Kampung Gendol, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah,
Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Dari Jakarta, untuk menuju Sawarna kita dapat
lewat arah Pelabuhan Ratu atau Lebak. Jika melihat peta, pantai ini terletak di
tengah-tengah jalur Pelabuhan Ratu – Bayah. Sebaiknya menggunakan alat
transportasi sendiri, meski begitu ada angkutan umum ke Sawarna dari Pelabuhan
Ratu yang berangkat pagi hari.
Saat malam
hari, perhatikan betul plang arah pantai. Karena tidak seperti gaungnya yang
sudah terkenal, pintu masuk ke pantai ini kecil. Hanya jalan kampung dengan
plang kecil di pinggir jalan (2011). Dari papan nama pantai yang kecil, kita
harus menyebrang jembatan gantung. Motor masih bisa lewat asal berhati-hati dan
bisa menjaga keseimbangan.
 |
| Sunset di Tanjung Layar. |
Sebagai
negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia tentu memiliki ribuan pantai yang
indah. Sawarna hanyalah salah satunya, tetapi, tentu tidaklah lengkap rasanya
kalau belum mengunjungi Sawarna. Happy
travelling. (dm 150913)
No comments:
Post a Comment