![]() |
| Air Jatuh. |
Ternyata,
warga sekitar pun jarang yang mengetahui adanya air jatuh ini. Warga yang tahu
pun hanya menyebutnya dengan air jatuh, tanpa nama. Info ke sana kami dapat
dari warga lokal yang kebetulan waktu kecil pernah kesana. Secara wilayah, air
jatuh ini masuk ke Desa Lamo, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai. Singkat cerita,
pulang kerja lebih awal dari biasanya, hanya berdua dengan teman yang juga buta
arah, kami menuju ke sana.
Menyusur Kuala
Pintu masuk atau
start poin memang cuma sepuluh menit
dari kantor, namun asyiknya perjalanan ini dimulai setelah itu. Untuk menuju ke
sana kita harus menyusur kuala, nama untuk sungai dalam bahasa setempat. Kuala yang
juga sekaligus menjadi jalan merupakan akses satu-satunya untuk menuju ke air
jatuh.
| Kuala Menuju Air Jatuh. |
Asyik sekali
sore-sore berjalan menyusur kuala. Udara yang segar, kadang terlihat
burung-burung berbulu cerah, kadang elang, kadang biawak, dan semoga tidak
ketemu babi hutan. Untuk sejenak, perjalanan ini bisa sedikit melepaskan penat
di kepala. Sekitar setengah jam setelah asyik berjalan, datang mobil 4wd dari arah belakang. Pengemudi yang
ramah menawari kami untuk naik ke bak di belakang bersama kedua anaknya. Rupanya
mereka hendak mengambil kayu yang terletak dekat air jatuh tujuan kami.
| Kuala dari Atas Bak Mobil 4wd. |
Air jatuh, Surga Kecil yang Tentram
Kurang lebih
15 menit menumpang truk 4wd, terdapat
pohon rubuh di depan. Terpaksa harus dipangkas terlebih dahulu dan mengingat
waktu yang semakin sore, kami putuskan untuk meneruskan dengan berjalan kaki. “Sudah
dekat”, celetuk anak pengemudi yang baik hati tersebut.
Melihat jarum
jam yang terus bergerak, makin mendekati angka 5, sempat beberapa kali kami
memutuskan untuk kembali. Sampai pada akhirnya, “Habis belokan itu kita kembali
ya, itu yang terakhir. Penasaran aku.” Ungkap temanku di depan yang langsung
kuiyakan karena dalam hati pun terbesit rasa penasaran dan kuatir harus
berjalan dalam gelap saat malam.
Untung saja
kami menempuh belokan terakhir tersebut. Di ujung belokan bersembunyi air jatuh
kecil yang indah sekali. Air jatuh itu terbelah menjadi dua aliran seperti
kembar. Di bawahnya berwarna jernih kehijauan, sangat menggoda iman untuk mandi
di sana. Kami seperti menemukan surga kecil di pesisir Luwuk yang masih belum
terjamah. Indah dan damai.
Puas
berfoto dan menikmati suasana, langsung kami putar arah mengingat hari yang akan
segera berakhir. Perjalanan pulang terasa lebih ringan dan cepat. Mungkin hal
ini lantaran kami berjalan searah arus sungai, berlawanan dengan saat
berangkat. Perjalanan singkat yang menyenangkan, semoga bisa mengunjunginya
lain waktu. (dm 230913)


No comments:
Post a Comment