Jika teman-teman sekalian sempat singgah di daerah Kemang,
Jakarta, sempatkanlah untuk mampir ke Museum di Tengah Kebun, sebuah museum pribadi
nan asri yang memamerkan barang-barang antik dari seluruh penjuru dunia.
Disamping tidak dipungut biaya, benda koleksi yang mencapai 4000 buah ini sayang
untuk dilewatkan.
| Pintu masuk Museum di Tengah Kebun |
| Salah satu benda koleksi museum. |
Bagi saya pribadi ketika mengunjungi museum ini, hal yang
saya rasakan bukanlah kagum akan benda-benda koleksi museum, melainkan kekaguman
akan Sjahrial Djalil, si pemilik museum. Betapa tidak, kita seolah diajak untuk
menyelami kehidupan eksentrik beliau lewat kehadiran Museum di Tengah Kebun
ini. Benda koleksi diletakan dari ruang depan, ruang tamu, kamar kerja, kamar tidur,
bahkan sampai kamar mandi! Penataan benda koleksi pun tidak digolong-golongkan,
sesuai selera si empu museum.
Seluruh benda koleksi didapatkan dari uang pribadi Bapak
yang berdarah Minang ini, dari yang cuma seharga 50 dolar sampai ratusan juta
rupiah. Dari yang harus ditukar dengan mobil Mercy sampai dengan apartemen
beliau, bahkan, aku beliau, ada yang meminta ditukar dengan pembangunan sebuah
sekolah lengkap dengan perabotnya.
| Kamar madi juga digunakan untuk tempat menyimpan benda museum |
| Sjahrial Djalil, pendiri Museum di Tengah Kebun |
Dedikasi yang tinggi ini beliau lakukan sepenuhnya demi
generasi muda sekarang dan untuk mengangkat martabat bangsa Indonesia di mata
dunia, bahwa Indonesia juga bisa. Sorot matanya tampak sedih ketika bercerita
bahwa beliau tidak pernah menemui orang Indonesia di Balai Lelang Christie,
tempat dimana sebagian besar benda koleksi berasal.
Saat ini Sjahrial Djalil tengah menginjak usia 70 tahun, di
usianya yang sudah senja ini beliau tetap semangat untuk menambah benda koleksi
museum. Bahkan beliau sudah menyiapkan biaya perawatan museum selama 15 tahun
setelah kematiannya. Karena itu, dibentuklah Yayasan Museum di Tengah Kebun
untuk mengelola seluruh benda koleksi bersejarah tersebut.
| Benda koleksi Museum di Tengah Kebun |
Keren & lengkap infonya, thanks ya. Bakalan berkunjung dalam waktu dekat deh :-)
ReplyDeleteterima kasih. :)
Deletekeren tulisannya.. btw, sy pun punya rasa serupa wkt dtg bkunjung! Beliau patut dicontoh.
ReplyDeleteTerima kasih untuk komentarnya Klara. Semoga di generasi sekarang dan mendatang muncul Djalil-djlalil yang lain. :)
ReplyDelete