Jika mendengar kata Semarang, kebanyakan
orang tentu akan menghubungkan dengan Lawang Sewu atau Kota Lama. Dua tempat
tersebut sudah ikonik, nah kali ini saya ingin menulis wisata alam berupa curug
(air terjun) yang ada di Kota Lumpia. Dengan sebagian wilayahnya terletak
di lereng Gunung Ungaran, Semarang tentu memiliki banyak curug yang layak
dikunjungi.
Curug Semirang
Terletak di Dusun Gintungan,
Desa Nggogik, Kecamatan Ungaran Barat, Curug ini hanya membutuhkan waktu sejam untuk
dicapai dari Kota Semarang. Akses menuju kesana pun terbilang mudah karena
sudah banyak plang penunjuk jalan. Dari loket kita masih harus menempuh
perjalanan kurang lebih satu jam melewati jalan setapak yang asri. Disana pun
banyak warung-warung yang menjajakan makanan minuman ringan.
| Curug Semirang. |
Saya menemukan curug ini secara
tak sengaja sewaktu melakukan survey CSR dari suatu produk lokal di Kecamatan
Banyubiru. Akses menuju kesana tidak begitu mudah, dengan jalan yang berbatu
dan tiada plang penunjuk jalan. Di tengah perjalanan kita bisa melihat Rawa Pening
dari atas, indah sekali. Dinamakan “kembar” karena memang terdapat dua curug
yang bersebelahan.
| Curug Kembar Baladewa. |
Curug Pangleburbangsa
Terletak di Kecamatan Mijen,
curug ini cukup mudah diakses. Dari lokasi parkir pun cukup berjalan 10 menit
dan kita sudah dapat menjumpai keindahan Curug satu ini. Memang curugnya tidak
begitu tinggi, tetapi yang unik adalah adanya sebuah “ruangan” di belakang
derasnya air curug. Tak jarang juga kita akan menemukan bekas sesajen di sana
karena memang masih dikeramatkan oleh warga sekitar.
| Curug Pangleburbangsa |
Curug Lawe dan Benowo
Curug yang terletak di Kecamatan
Ungaran Barat ini cukup terkenal di kalangan warga Semarang karena
keindahannya, walau sering tertukar dalam menyebut kedua curug ini. Oleh karena
itu disini saya menyebut sesuai plang nama yang saya temuni pas dulu kesana
(moga belum dipindah, hehe..). Kedua curug ini mempunyai landscape yang
berbanding terbalik, Curug Lawe dengan suasana terbuka yang luas sedang Curug
Benowo tertutup seperti di dalam tabung raksasa. Kesan yang hangat dan damai
dapat kita temui di Curug Lawe, sementara gelap dan horror menyelimuti Curug
Benowo. Saya pribadi lebih menyukai Curug Benowo karena keunikannya ini. Akses kendaraan
menuju kesana cukup mudah, cuma harus hati-hati saat berjalan kaki menuju curug
karena jalan yang terjal dan rawan longsor. Curug Lawe sendiri sering digunakan
pemuda Semarang untuk camping atau kegiatan outdoor lainnya.
| Curug Lawe. |
| Curug Benowo. |
Curug Tujuh Bidadari
Terletak di Kecamatan Sumowono
dan dinamakan Tujuh Bidadari karena memiliki tujuh buah air terjun dan di tiap
air terjunnya terdapat semacam kolam yang bisa digunakan untuk mandi. Cuma
hati-hati ya kawan, beberapa memiliki kedalaman sampai 4 m. Pada hari-hari
ramai terdapat petugas semacam “Baywatch” yang mengawasi pengunjung untuk
mengantisipasi kalau ada yang tenggelam. Akses menuju curug ini cukup mudah dengan
adanya plang penunjuk jalan dan tempat parkir cuma berjarak 20 meter dari
curug, so gak perlu meniti jalan setapak seperti curug yang lain.
| Curug Tujuh Bidadari. |
Sebenarnya masih banyak
curug-curug kecil yang terletak di lereng Gunung Ungaran. Di luar Semarang kita
juga bisa mengunjungi Curug Kalipancur di Salatiga, Curug Sewu dan Semawur di
Kendal, dan Curug Montel di Kudus. Sekian share Curug di Semarang, salam
travelling. (dm 4/13)
nice post gan :)
ReplyDeletetrims sob. :)
Delete