Sering kali kita berpergian jauh ke ujung dunia untuk
kemudian menuliskan kisah seru atau kebudayaan unik dari daerah yang kita
kunjungi. Tentang makanan khas, upacara pernikahan, atau cara mereka menyambung
nyawa. Tapi sudahkah kita meceritakan daerah kita sendiri? Rasanya tak adil
kalau kita mengupas detail daerah lain tetapi tidak pernah sekalipun membahas
daerah sendiri. Nah, kali ini izinkan saya share tentang kampung halaman saya, Kendal.
| SMA N 1 Kendal. (doc by anonim) |
Mungkin sedikit yang tau Kendal itu dimana, seringnya orang
salah mengira dengan Tegal, pun orang Kendal sering kali mengaku sebagai orang
Semarang ketika merantau ketimbang menyebut kata Kendal. Yah, mungkin hal ini
karena malas menjelaskan dimana seh Kendal itu?
Secara geografis Kendal terletak di jalur pantura. Wilayahnya
membentang dari pantai utara Jawa sampai ke gunung Ungaran dan Prau, jadi tak
heran Kendal memiliki wisata alam yang lengkap. Dari pantai, gunung, air
terjun, gua, bahkan sampai wisata kebun teh dapat kita nikmati. Lain kali saya
akan share beberapa tempat wisata di Kendal.
Makanan Khas
Nah, ini yang sering membikin saya pusing ketika ditanya teman
dari luar daerah. Sebagai orang yang tidak menggandrungi wisata kuliner, saya
rada gagap kalau ditanya soal makanan khas Kendal. Seringnya saya menyebut
rambak, tetapi hampir di tiap rumah makan Padang ada rambak, nah lo?
Belakangan, teman-teman Kendal menyebut makanan khas Kendal itu:
Rambak Dwijoyo, krupuk usek (kerupuk yang digoreng dengan pasir, bentuknya
melingkar atau seperti jaring), atau krupuk rayak (nah yang ini saya sendiri
belum tau wujudnya seperti apa, hehe..).
| Tradisi lebaran di rumah, bakar sate kambing rame-rame. |
Untuk makanan berat, pecel semanggi dan sate keong kerap
disajkan kalau ada event kedaerahan. Tetapi setelah googling, pecel semanggi
sudah lama diaku warga Surabaya sebagai makanan tradisional mereka, nah lo? Kalau
menurut saya seh, makanan di Kendal yang belum pernah saya temui di daerah lain
ya: plonco. Berupa krai (bukan mentimun) yang direbus kemudian dimakan dengan
sambal bumbu kacang, enak sekali.
Logat
Orang Kendal masih memakai Bahasa Jawa yang kental, dari
yang sedikit kasar di daerah pantura sampai yang halus di daerah pegunungan. Secara
umum orang Kendal suka menambahkan kata ‘ra’ di akhir kalimat untuk memberikan
penekanan. Contohnya: ‘iyo ra’ (iya kan) atau ‘la piye ra?’ (ya bagimana?).
Untuk menyatakan sangat/paling, Kendalers dari arah timur
akan berucap ‘meni’ atau ‘neni’ semisal ‘apik meni’ atau ‘apik neni’ (bagus
sekali). Geser ke arah Cepiring, terutama daerah pesisir, kawan akan mendengar
kata-kata seperti: ‘kebek bek’ (penuh sekali) atau ‘gedi di’ (besar sekali). Ya,
warga sini suka mengulang suku kata terakhir untuk menyatakan paling/sangat. Sementara
daerah tengah dan barat kadang suka memakai ‘biyanget’, ‘puol’, atau ‘eram’, hehe..
unik ya?
Kata-kata lain yang menurut saya khas Kendal antara lain: ‘ra
nggalebo’ (tidak ngeh/sadar/melihat), ‘kaiki’ (kata ‘ora ono kaiki’ akan
berarti: tidak ada sama sekali), ‘kreteg’ (jembatan, dengan pelafalan aspirasi yang sangat tebal pada suku kata kedua), ‘porah’ (terserah), ‘tanduk’
(nambah makanan), ‘ibune aku’ (ibuku), dan lain sebagainya.
Sesama orang Kendal pasti akan langsung mengenali jika mendengar
dialeg itu diucapkan. Logat atau bahasa yang khas ini memang lucu dan suka
membuat tersenyum simpul ketika berada di perantauan. Tetapi bagi saya, hal-hal
itulah yang membikin kangen akan Kendal.
Salam Kendal Beribadat. :)
(dm 04/13)
saya juga orang Kendal, wilayah Sukorejo.
ReplyDeletesaya belum terlalu mengerti tentang tradisi di Kendal, tapi saya ingin sekali mencari taunnya.
apakah masih ad budaya Jawa di Kendal :)
Iya, mari terus mempelajari budaya sendiri. Kalau budaya Jawa saya yakin masih ada, mengingat di rumah saya sendiri masih kental dengan budaya Jawa. :)
DeleteKendal memang banyak logat.hehe seperti pacar saya orang gemuh.logat nya itu terasa beda 90derajat dengan boja .hehe tapi unik
ReplyDeleteHehe... betul-betul... Unik. :)
Deleteartikel'e apik neni ra, hehe
ReplyDeletesalam kendalers
Suwun kangmas.. :)
Delete