![]() |
| Teman Bermain. |
Kedatanganku
ke Jogya kali ini tidak untuk berwisata seperti biasanya, hanya ingin
menyumbangkan tenaga untuk meringankan beban warga Jogya sehabis terkena dampak
letusan Gunung Merapi. Ini memang kali kedua aku bertandang ke Jogya untuk
tujuan kemanusiaan. Pada tahun 2006 sempat sedikit membantu sebagai evakuator
di Bantul, kedatangan kali itu hanya berselang satu hari saat bencana terjadi.
Saat aku datang, Merapi sudah mulai jinak, semburan awan panas dan debu sudah
puas dimuntahkannya. Kali ini, aku berkesempatan menyumbangkan tenaga untuk
proses pasca-bencana.
Sekolah Ceria Untuk Merapi
Bergabung
dengan salah satu lembaga independen untuk membantu korban letusan Merapi, aku
ditempatkan di bagian yang diberi nama: “Sekolah Ceria”. Dalam kondisi bencana,
tentu anak menerima dampak yang paling buruk. Melihat kondisi rumah yang hancur
tersapu awan panas, harus mengungsi jauh dari kampung halaman, ada yang berpisah
dengan orang tuanya, hingga tidak bisa lagi bersekolah.
![]() |
| Asyik Menggambar. |
Kegiatan
yang kami lakukan sangat menyenangkan. Mendatangi camp-camp pengungsian dan mengumpulkan adek-adek cilik untuk
bermain bersama. Terkadang di sekolah yang kosong, kadang di aula warga, atau
di Stadion Maguwo. Dari permainan tebak-tebakan, bermain ular-ularan, sampai
nyanyi bersama pun dilakoni. Dan seringkali yang menjadi favorit mereka (dan
juga kami karena mereka jadi diam barang sejenak) adalah menggambar. Asyik
sekali melihat mereka khusyuk menggambar. Tentu bisa ditebak tema apa yang
paling banyak digambar oleh mereka, ya, Letusan Merapi!
Dengan
membuat anak-anak kembali tersenyum, secara otomatis dapat sedikit meringankan
beban para orang tua yang depresi memikirikan hari esok. Bukankah kebahagiaan
terbesar para orang tua adalah saat melihat anaknya bahagia?
Volunteer Bukanlah Aksi Heroik
Seringkali,
banyak relawan yang merasa gagah dan keren jika sudah melakukan aksi
kemanusiaan di lokasi bencana. Dengan menonjolkan segala atribut dan lambang,
mereka menyasar lokasi paling terpencil, aksi evakuasi paling heroik, atau
mengaku telah berhasil menyelamatkan warga yang terjebak reruntuhan. Hal itu
memang harus dilakukan, namun masih banyak segi-segi kemanusiaan yang harus
kita garap. Segi-segi yang sepele dan tidak terlihat keren.
![]() |
| Gita dan Ank-anak. |
Oleh
karena itu, jangan bayangkan akan aksi-aksi heroik ketika diterjunkan di
lapangan. Semua pos harus terisi. Seperti halnya yang kualami kala ikut
berperan pada prose penanganan korban Merapi pasca erupsi. Pada saat berangkat
aku mengandaikan dapat ikut terjun pada proses evakuasi dari lereng Merapi.
Naik jeep dan menerjang reruntuhan untuk mengevakuasi warga. Namun ternyata
malah ditugaskan di Sekolah Ceria. Pada awalnya seh sempat kecewa, namun belakangan malah merasa bersyukur.
Bersyukur dapat membuat anak-anak kecil tertawa riang.
Jadi mari lakukan porsi kita semaksimal mungkin
dan jangan malas atau ragu jika ditempatkan di pos-pos yang terlihat sangat
membosankan. Kita datang untuk membantu bukan? (dm 260913)







No comments:
Post a Comment