| Belah Durian. |
Mungkin yang
membedakan durian di sini dengan di Jawa atau Sumatra yakni ukurannya yang
tergolong imut. Kecil. Rata-rata hanya berdiameter 10-15 cm saja, daging
buahnya pun tidak begitu tebal, biasa saja. Namun yang jelas, selama merasakan
durian-durian imut itu hampir tidak pernah menemukan durian yang rasanya tidak
enak. Semua enak, manis! Apalagi kalau tinggal makan, hehe..
Soal harga
jangan ditanya lagi. Murah. Murah sekali malahan. Dari yang sebutir sepuluh
ribu, sebutir lima ribu, sepuluh ribu dapat tiga, sampai yang sampai yang lima
ribu dapat empat pun tersedia. Tinggal sesuaikan kocek – yang bisanya tidak
perlu berpikir dua kali saking murahnya – langsung beli.
![]() |
| Memilih Durian. |
![]() |
| Hasil Jarahan. |
![]() |
| Tante Durian. |
Dapat
dimakan di tempat atau dibawa pulang. “Yak dipilih-dipilih, makan sini boleh,
bawa pulang boleh. Busuk satu ganti satu.”, demikian teriakan lantang ibu-ibu
penjual duren dari pulau sebelah. Wah, ternyata tidak cuma handphone dan alat elektronik saja yang bergaransi, durian pun
digaransi oleh ibu yang meminta dipanggil Tante Durian itu.
Sebenarnya
tanah di Banggai (sebutan untuk Kabupaten Banggai yang beribukota di Luwuk)
tidak cocok untuk tempat bertumbuh durian. Durian yang ada di sini sebagian
besar berasal dari Salakan yang terletak di Pulau Peling yang tercakup dalam
wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan. Pulau Peling sendiri akan dengan mudah
terlihat dari sepanjang pesisir Kabupaten Banggai yang terletak di Pulau
Sulawesi ini.
Menurut Tante
Duiran, dalam sehari beliau bisa menjual durian sampai 1300 butir. Wow! Jumlah
itu baru dari satu pedagang, bayangkan dalam sehari berapa ribu butir durian
yang dikapalkan dari Salakan? Bayangkan lagi berapa pohon yang ada di pulau
kecil itu. Dalam benak ini rasanya Salakan itu bagai surga durian saja. Jadi
makin penasaran ingin berkunjung secara langsung.
| Durian Salakan yang Kecil. |
| Durian Salakan. |
Bagi kawan
yang tidak bisa memilih mana durian yang enak dan mana yang enak sekali tidak
perlu takut. Saran saya, pilihlah durian yang berukuran kecil-kecil. Justru
yang kecil-kecil itu biasanya rasanya lebih mantap. Membukanya pun tidak begitu
sulit, biasanya sudah sedikit pecah di bagian ujungnya. Tinggal belah dengan
jari, voila… buah durian siap
disantap.
Namun, di
Kabupaten Banggai sendiri juga menghasilkan durian yang berasal dari Nambo,
dekat Kota Luwuk. Kontur duriannya lembut seperti mentega. Enak sekali. Dari
segi ukuran juga tidak begitu besar, mirip dengan durian dari Salakan. Ketika sudah
masuk ke mulut, ehmm.. kelembutannya bikin nagih!
So, mari
kitorang basantap depe durian! (dm 032114)



duriannya murah banget sepuluh ribu tiga :D btw, salam kenal dan makasih banyak sudah ikutan turnamen fotonya mas Dhani :)
ReplyDeletema sama Mbak Messa. :)
ReplyDeleteJadi pengen bisnis duren dibawa ke jawa
ReplyDeletehehe... ntar saya beli.
Delete