![]() |
| Pulau Dua dari Lukapan. |
Pada kali
ketiga ini pula baru saya ketahui nama gunung (menurut saya lebih cocok disebut
bukit, tapi warga sini menyebutnya dengan gunung) tersebut adalah Lukapan.
Ketika saya tanya apa artinya, ternyata warga sekitar juga tidak tahu,
sepertinya bukan bahasa Balantak. Yang jelas, dari Lukapan kawan dapat melihat
seluruh gugusan Pulau Dua dari ketinggian, indah sekali.
Pada kisah
yang lalu saya sudah membahas tentang Pulau Dua, dua buah pulau yang terletak
di semenanjung Sulawesi Tengah. Tepatnya di Desa Pulau Dua, Kecamatan Balantak,
Kabupaten Banggai. Nah, untuk menuju Lukapan, kita harus minta izin terlebih
dahulu ke Kepala Desa Kampangar yang dulunya adalah desa yang sama dengan Pulau
Dua sebelum dimekarkan. Karena emoh
gagal lagi setelah dua kali ke sini, kami memutuskan untuk memakai jasa guide lokal sebagai pemandu naik ke
sana.
Pulau Dua
sendiri berada lumayan jauh dari Luwuk, sekitar 3-4 jam melalui jalan darat. Agar
dapat menikmati keindahan alamnya tanpa diburu waktu, kami memutuskan untuk
bermalam di Balantak, mendirikan tenda di pinggir pantai. Jika biasanya
bertenda di gunung, ternyata bertenda di pantai tidak kalah asyiknya. Keesokannya,
satu jam sebelum matahari muncul, kami mulai berjalan menuju Puncak Lukapan
ditemani Miras, guide kami dari Desa
Kamparang. Menurut Miras, untuk sampai di puncak membutuhkan waktu setengah
jam, namun karena team kami ini menyebut dirinya sebagai Lelet Adventour, menggandakan waktu perjalanan adalah pilihan yang
bijak.
Setengah
perjalanan kita harus menyusur tepi pantai, lumayan capek berjalan di pantai
yang labil. Setelah sampai di dermaga, perjalanan dilanjutkan masuk ke hutan,
dari sini tanjakan dimulai. Sepuluh menit berjalan kita sudah menemui padang
sabana di perbukitan. Inilah yang membuat jalur ke puncak Lukapan menjadi
menantang karena tiada pohon atau batu yang dapat dijadikan pegangan. Harus
ekstra hati-hati, jangan jadikan rumput kering untuk pegangan karena langsung
tercabut.
Sesampai di
atas, kita akan disuguhi pemandangan yang sedap di mata. Dua pulau yang
membentuk garis lengkung dengan deretan Bukit Lukapan dengan latar laut lepas.
Agak di sebelah kiri, matahari pagi sudah mulai menampakan diri walau masih
agak malu-malu. Semburat kekuningan di atas lautan biru membentang. Ah,
indahnya Indonesia.
Wisata Sejarah
Selain
menikmati keindahan alamnya, di Lukapan kita juga melakukan wisata sejarah.
Pada jaman pendudukan Jepang, daerah ini mengingat letaknya yang di semenanjung
Sulawesi, digunakan sebagai pos pemantauan kapal-kapal yang melintas dari arah
Filipina ke arah selatan melewati jalur di antara Sulawesi dan Maluku. Di atas
bukit terdapat bekas bungker yang, sayangnya, pintu masuknya sudah ambruk.
Terdapat pula bekas lubang yang digunakan untuk membunuh para pekerja paksa dan
istri pinjam (istilah untuk para budak seks).
Di bagian
bawah, saat turun dari puncak Lukapan di jalur sebelah Desa Kamparang, kita
akan menemui bekas dapur. Tungku perapian yang digunakan masih dengan jelas
dapat kita lihat bekasnya. Tak jauh dari dapur terdapat seperti tempat
penampungan air, yang katanya digunakan untuk tempat mandi para ‘istri pinjam’.
Hmm.. dapat kubayangkan dahulu suasana para penduduk sekitar dipaksa untuk
menyediakan makanan para serdadu Jepang yang bertugas di pos pengamatan puncak
Lukapan.
Ohya, untuk
menyewa guide, kemarin kami membayar
seharga 100k, harga yang pantas untuk jumlah rombongan kami sejumlah tujuh
orang plus anak kecil dan berangkat selepas subuh. Pastikan juga kawan membawa
air dalam jumlah yang cukup mengingat medan yang dilalui tidak terdapat sumber
air dan panas pada siang hari.
![]() |
| Teluk Desa Pulau Dua. |
![]() |
| Sapi Gunung! |
![]() |
| Foto di Puncak Bukit. |
![]() |
| Pulau Dua di Belakang. |
![]() |
| Turunan dari Lukapan. |
![]() |
| Bekas Tempat Penampungan Air. |
![]() |
| Bekas Dapur. |
![]() |
| Nemu di Tengah Jalan. |
Jikalau ada
kesempatan mampir ke Banggai, cobalah main ke Lukapan, dijamin tidak menyesal.
Jadi, lu kapan ke Lukapan? (dm 10
Desember 2014)









No comments:
Post a Comment