Saat itu
kami sedang dalam perjalanan balik dari Tambora, ketinggalan bus
Calabai-Mataram, kami terpaksa putar haluan menuju Dompu. Dompu adalah kota
kecil yang berada di jalur trans Bima-Jakarta, tentunya dari sini lebih mudah
untuk mencari angkutan ke arah Mataram untuk turun di Pototano. Namun jangan
salah, tujuan kami bukanlah Pototano, namun pulau kecil nan cantik yang
terletak tidak jauh dari penyebrangan feri di Pulau Sumbawa tersebut. Namanya
Kenawa.
Eh ya,
jangan salah dengan Kanawa ya. Kalau Pulau Kanawa terletak di Flores, Nusa
Tenggara Timur, sementara Pulau Kenawa terletak di Sumbawa, Nusa Tenggara
Barat. Unik, di dua provinsi yang bersebelahan terdapat dua pulau dengan nama
yang hanya berbeda satu huruf.
Sial.
Ternyata bus kami tidak bisa berangkat, entah apa alasannya aku sudah tidak
peduli lagi. Pantas saja sudah belasan bus lewat namun tidak satupun
diberhentikan pemuda tanggung agen kami itu. Akhirnya si pemilik agen bus
sendiri yang tiba-tiba berada di dalam salah satu bus yang baru datang dan
menyuruh kami masuk dari dalam kaca jendela.
Dua nomer
kursi bertuliskan angka 19 dan 20, sesuai dengan tulisan di tiket yang sudah
kami pilih dengan seksama, ternyata sudah terisi. Belum juga kami menanyakan ke
penumpang di kursi kami jangan-jangan mereka salah duduk, Mbak Lis, agen bus
kami sudah menempatkan kami di kursi paling belakang, di smoking room.
Tempatnya
gelap dan agak berbau pesing karena di sebelah toilet yang pintunya sering
terbuka. Ah sial, mana ACnya sudah rusak, terpaksa kami mengganjal pintu
‘kamar’ agar selalu terbuka dan tidak gerah. Malas beradu argumen yang saya
yakin bakal sia-sia belaka, kucoba untuk menikmati kejadian yang tidak
mengenakan ini. Kalau mau nyaman, ya jangan jalan-jalanlah, hehe..
Meleset dari
prediksi, pukul tiga pagi kami sudah sampai di Pelabuhan Pototano. Wah cepat
juga, dalam lima jam kami sudah sampai, padahal kupikir baru pukul lima kami
sampai tempat ini. Lumayanlah bisa istirahat barang dua jam sambil menunggu
pagi di warung-warung pelabuhan yang banyak bertebaran. Namun sayangnya, di
sini tidak tersedia atm. Terpaksa harus menggunakan jasa ojek untuk mencari atm
di kecamatan terdekat.
Dari
Pelabuhan Pototano, lokasi penyebrangan ke Pulau Kenawa hanya berjarak 500
meter. Terdapat sebuah gapura kecil selamat datang sebagai penanda lokasi.
Untuk menyebrang ke Pulau Kenawa kita akan dikenakan biaya 150 ribu per satu
perahu berkapasitas 10-15 orang. Biaya ini sudah termasuk pulang pergi. Tentunya
akan murah meriah jika berame-rame, namun berhubung kami cuma berdua dan
menyebrang bukan di hari libur, mau tidak mau harus membayar satu perahu. Menyebrang
pun tidak lama, kurang lebih cuma setengah jam saja.
Berwisata di
saat bukan hari libur memang kadang terbilang mahal, namun di sisi lain hanya
kami berdua pengunjung Pulau Kenawa saat itu. Yeah, the island for our own!
Pulau cantik
ini tidak begitu besar, hanya satu jam saja untuk mengitari keseluruhan
pantainya. Terdapat dua ‘bukit’ kecil dan gubuk-gubuk kecil di pinggir pantai
sebagai tempat berisitirahat. Dari bukit, atau mungkin lebih tepat disebut
gundukan tanah yang paling tinggi kita dapat melihat keseluruhan pulau. Memang
agak susah untuk naik ke atas, namun akan terbayar dengan pemandangan indah
yang sudah menanti.
Mungkin hal
unik dari pulau ini yakni adanya rerumputan atau alang-alang di seluruh
permukaannya. Hampir tidak ada pepohonan, sehingga ada kesan kita berada di lautan
sabana di tengah lautan biru. Indah kan?
Pastinya asyik sekali menikmati keindahan pulau sambil foto sana sini.
Pantainya pun bersih dan jernih sekali, tentunya tambah mengasyikan kalau dapat
berkemah barang semalam di sini. Maybe
next time I’ll stay for a night.
![]() |
| Perahu Penumpang. |
![]() |
| Mendaki Puncak. |
![]() |
| Foto di Puncak Pulau Kenawa. |
![]() |
| Narsis dulu. |
![]() |
| Sabana Pulau Kenawa. |
![]() |
| Gubuk di Pulau Kenawa. |
Dengar punya
cerita, nama Pulau Kenawa melejit berkat film anak-anak Serdadu Kumbang yang
menggunakan pulau cantik ini di salah satu scenenya.
Aku pun kepincut untuk datang ke sini berkat teman pejalan yang pamer foto Pulau
Kenawa di media sosial gara-gara film tersebut. Jadi, yuk mampir ke Pulau
Kenawa. (dm 14 Desember 2014)







No comments:
Post a Comment