Sudah sejak
lama ingin menjajal main ke Taman Nasional Kepulauan Seribu yang masih masuk
Provinsi DKI Jakarta. Mungkin agak aneh didengar bahwa di dalam wilayah ibukota
negara terdapat taman nasional, di dunia mungkin hanya Jakartalah satu-satunya.
Menuruti rasa penasaran ke Kepulauan Seribu, saya memutuskan untuk ikut
Open Trip yang banyak diadakan oleh agen-agen tur karena pertimbangan dari segi
biaya dan susahnya moda transportasi laut.
![]() |
| Yuk Snorkeling! |
Kebetulan,
iklan yang terpampang di Instagram mengajak untuk ‘ngetrip bareng’ ke Pulau
Pramuka sebagai destinasi utama yang merupakan salah satu pulau yang padat
penghuninya. Sebenarnya di pulau satu ini kita cuma numpang bermalam saja
karena adanya akomodasi yang sudah layak, destinasi sebenarnya ada di
sekitaran Pulau Pramuka. Mungkin hal yang sama juga berlaku untuk trip ke Pulau
Harapan, Tidung, atau lainnya.
Bersama Royal Travelo
Kebetulan,
iklan yang saya lihat tersebut dari Agen Trip Royal Travelo. Tidak ingin membeli
kucing dalam karung, saya melakukan sedikit riset tentang agen trip satu ini
yang membuahkan hasil: kedua alamat web sedang dimaintenance, instagram,
facebok, dan twitter yang jarang update. Hehe.. sempat ragu karena sepertinya
agan satu ini baru saja buka biro perjalanan. Tetapi tidak ada salahnya dicoba,
kan?
Trip kali
ini dilaksanakan pada hari sabtu dan minggu, namun berhubung saya berangkat
dari Cilegon dan harus sudah berkumpul di Pelabuhan Muara Angke-Kaliadem, mau
tidak mau harus berangkat satu hari sebelumnya. Transportasi paling murah tentu
saja dengan kereta api Merak-Angke yang cuma delapan ribu rupiah namun kami
lanjut sampai Stasiun Kota untuk bermalam dulu di Teduh Hostel yang terjangkau
dan, menurut saya, apik sekali tempatnya.
Malam saat
di hostel, kami mendapat pesan via whatssap dari agen trip kami yang
mengkonfirmasi lagi mengenai trip besok, perlengkapan yang dibawa, dan oleh
siapa nanti kami di guide. Penyampaiannya menarik, sampai ada foto guide
ditambah kaos yang dipakai, asyik jadinya. Namun jadi sedikit bingung dengan
kepastian jam kumpul dari yang tadinya jam 6, kemudian ‘sebaiknya’ jam 5,
ditambah terakhir ‘kalau bisa’ jam 4, kenapa tidak menyediakan fasilitas
menginap saja di Angke, hehe..
Muara Angke
pagi itu ramai sekali, hal ini tentu sudah saya prediksi, apalagi yang bisa
diharapkan liburan saat long weekend di destinasi dekat Jakarta dan murah?
Setelah sampai kami mencari-cari si Raka dengan kaos Travelonya, untuk
memudahkan tentu saya mencari kaos yang sudah diwhatssap semalam, namum
ternyata Bang Raka malah memakai kemeja flannel abu-abu, pantesan tidak
keliatan dari tadi, hehe.. Setelah semua
kumpul dan naik kapal bersama penumpang lain, kurang lebih pukul delapan kurang
kapal akhirnya meninggalkan Pulau Jawa. Berangkat!!!
Pulau Pramuka
Entah kenapa
disebut Pulau Pramuka, mungkin dulunya sering dipakai kemping anak Pramuka kali
ya, hehe... Anyway, Muara Angke –
Pramuka memakan sekitar dua setengah jam perjalanan. Jika melihat ittenary yang
sudah diinformasikan, sebelum jam makan siang harusnya kami sempat untuk
snorkeling di Pulau Air, namun kami baru ‘melaut’ lagi pada pukul satu siang
selepas makan dan istirahat. Tujuan pertama kami adalah Pulau Semak Daun yang
biasa dipakai pengunjung untuk berkemah. Di sini kami asyik berfoto di pasir
putih dan ternyata ada sesi ‘belajar snorkeling’ terlebih dahulu sebelum
snorkeling betulan nanti.
Bagus juga
seh, peserta yang sama sekali belum pernah snorkeling jadi ada sedikit gambaran
nantinya, tetapi sayangnya, sepertinya Mas Instruktur kurang maksimal dalam
menyampaikan materi dan agak sedikit jengkel karena pembagian alat yang lumayan
memakan waktu, maklum, sudah lama tidak main air jadinya pengen langsung
terjun. :D
Spot utama
snorkeling Trip Pramuka ternyata ada di Pulau Air. Lumayan, walau koralnya
banyak yang mati, namun ikan berwarna-warni asyik berkeliaran tampak tidak
terusik kehadiran kami. Agar lebih bebas berenang, saya memberanikan diri untuk
snorkeling tanpa jaket pelampung, lebih enak sebenarnya ketimbang memakai jaket
pelampung karena massa jenis air laut dan bantuan alat snorkeling. Setelah menunggu
guide yang asyik foto underwater (baru kali ini peserta menunggu guide yang
asyik berfoto, hehe..) , kami menuju destinasi selanjutnya.
Pasir Timbul
bukan pulau, hanya gundukan pasir putih yang muncul di tengah lautan. Asyik sekali
untuk dijadikan tempat foto, apalagi langit tiba-tiba cerah tanpa awan yang
padahal sedari pagi sudah gerimis dan kelabu. Mengakhiri perjalanan hari itu
ditutup dengan ‘penangkaran’ hiu yang bagi saya lebih terlihat sebagai kolam
ikan hiu. Tidak terasa matahari sudah berwarna keemasan di atas cakrawala,
sebentar lagi akan kembali ke peraduan. Sambil menunggu teman rombongan yang
memesan makanan dan menahan lapar, asyik kami menikmati matahari tenggelam.
Walau beberapa
acara yang sudah dijadwalkan tidak terlaksana dengan baik, trip kali ini
menyenangkan. Lumayan untuk melepas penat setelah sekian lama harus berhadapan
dengan laptop dan angka. Malam itu, hampir semua peserta tampak kelelahan dan
pulas tertidur sehingga acara BBQ bersama sudah tidak menarik lagi. Sampai-sampai
Bang Raka mengantar makanan ke dalam kamar untuk kami makan, kasian Bang Raka,
sudah menyiapkan sendiri, bakar-bakar sendiri, dan kitanya tinggal makan,
hehe.. Walau sebenarnya makan karena kasihan dan sayang dengan cuminya seh,
hehe.. Selamat tidur.
![]() |
| Muara Angke. |
![]() |
| Mari Snorkeling! |
![]() |
| Dua Pasang Sendal. :) |
![]() |
| Briefing Dulu Yuk! |
![]() |
| Penampakan Spot Pulau Air. |
![]() |
| Banyak Koral yang Sudah Mati. |
![]() |
| Sayang, Malah Guidenya Sendiri yang Menginjak Koral. Not Good! |
![]() |
| Nemu Bintang Laut! |
![]() |
| Satu Dua Tiga Loncat! |
![]() |
| Foto Keluarga. |
![]() |
| Trio KSR Undip. |
![]() |
| Menikmati Sunset. |
![]() |
| Penampakan Kapal yang Kembali ke Jakarta. |
Kembali ke Jakarta
Pagi kedua
di Pulau Pramuka, hujan mengguyur terus sampai hampir tengah hari. Jalan-jalan
melihat penangkaran penyu pun sedikit mundur dari jadwal, karena itu pula kami
sedikit terlambat kembali ke Pelabuhan. Pukul sebelas lebih sedikit, kapal
tujuan Jakarta sudah penuh sesak. Dari atap sampai pinggiran kapal, tidak
kebayang harus naik itu selama dua jam mengarungi Laut Jawa. Untunglah ada Ibu
penjual yang menasehati kami untuk naik ke kapal berikutnya, tidak perlu kuatir
tidak bisa kembali ke Jakarta. Benar saja, di kapal berikutnya yang berangkat
pukul dua belas, kami dapat duduk dengan lega tanpa sesak. Sayonara Pulau
Pramuka. J
(dm 1 April 2016)














No comments:
Post a Comment