![]() |
| Pantai Padang-padang. |
Hampir di
sepanjang pinggiran pantai telah menjadi spot wisata yang dikelola dengan baik.
Dengan berbekal rental sepeda motor lima puluh ribu sehari, menyusuri jalanan
di pesisir selatan Bali menjadi pengalaman yang menyenangkan. Lupakan saran-saran
tempat tujuan favorit, terkadang kita bisa menemukan pantai yang indah dengan
tidak terduga-duga.
Mengingat lokasi
penginapan saya di Kuta, maka tentu saja Pantai
Kuta menjadi pemberhentian yang pertama. Tentu pantai satu ini sudah sangat
mainstream dengan kemudahan akses dan menjamurnya penjual di tepi pantai. Namun untuk sekedar menghabiskan sore dengan
berjalan kaki dari penginapan, Kuta lumayan untuk didatangi.
Berikutnya,
dekat dengan Kuta kita dapat menjumpai Pantai
Jimbaran. Biasa saja, tidak ada yang istimewa seperti layaknya pantai pasir
putih. Yang menjadi terkenal mungkin karena di sini banyak berjualan tempat
makan yang menyediakan menu laut yang mengundang selera.
Pantai Balangan. Sampai di pantai ini
adalah sebuah kebetulan. Berbekal navigasi gps
di smartphone untuk menyusuri jalan
di pinggiran pantai, tanpa sengaja melihat ada plan kecil di pertigaan jalan. Dan
tanpa dinyana, Balangan ternyata pantai yang indah dengan pasir putih dan
pengunjung yang tidak begitu ramai. Malahan, 95% pengunjung saat itu didominasi
turis mancanegara. Di sini juga terdapat kursi-kursi pantai yang disewakan
dengan harga lima puluh ribu per sekali pakai.
Menginjak ke
pantai berikutnya, dengan sedikit nyasar
dan kebingungan, sampailah di Pantai
Dreamland. Jalan masuk ke pantai ini menjadi satu dengan sebuah resort dan
tanpa ada petunjuk jalan sama sekali. Gaungnya, Dreamland menjadi seperti private beach dengan pemandangan yang
menawan. Namun, tidak semua informasi itu benar. Bisa jadi dulu Dreamland
menjadi pantai idaman, namun kini tidak lagi. Deretan pertokoan yang menuju pantai
terkesan kumuh, warung di pinggir pantai pun terlihat tidak terurus. Walau pantainya
tetap bersih meski kecil.
Pernah menonton
film Eat, Pray, Love? Nah, pantai berikutnya menjadi salah satu setting film tersebut. Ya, Pantai Padang-padang memiliki panorama
yang menawan sehingga menjadi setting di
film yang dibintangi Julia Robert ini. Pasir putih dipadu dengan batu karang
yang sebagian berlumut hijau, Padang-Padang menjadi favorit saya dari sekian
pantai di Bali Selatan. Betah berlama-lama di sini.
Pada destinasi
berikutnya, saya tidak yakin dengan nama pantainya. Warga sekitar menyebutnya
Uluwatu, namun dari beberapa situs yang ada, sepertinya pantai ini dinamakan Blue Point. Memang lokasinya tidak jauh
dari uluwatu, namun di sini kita dapat turun ke bawah dan berenang dengan
santai. Perlu diketahui, deretan pantai di Uluwatu berupa tebing tinggi yang
langsung menghadap Samudra Hindia. Hati-hati, jalan turun ke bawah lumayan
terjal. Pantainya sendiri berupa karang, dan di sela-sela karang terdapat
spot-spot yang asyik untuk berenang. Spot-spot tersebut bak laguna, jernih dan
tanpa ombak. Ah, seperti kolam renang saja.
Terakhir,
mengakhiri perjalanan hari itu, saya singgah di Pantai Uluwatu. Di sini adalah spot yang magis untuk melihat
matahari terbenam di Samudra Hindia. Di pantai ini juga terdapat Pura Uluwatu
yang terkenal, sehingga untuk masuk ke area wisata kita diharuskan memakai
pakaian yang sopan. Tidak perlu kawatir jika terlanjur memakai celana pendek,
disediakan kain penutup yang dipakai di pinggang.
Dan saat menikmati
sunset di sini kita tidak bakal
sendirian, banyak monyet-monyet nakal yang berlarian kesana kemari mencari
makan. Tips penting! Jangan memasukan tangan ke dalam tas jika didekat mereka,
karena dikira hendak mengambil makanan. Bakal dikejar sampai dapat. Masukan semua
makanan ke dalam tas jika memang tidak ingin berbagi dengan mereka.
![]() |
| Menikmati Sore di Pantai Kuta. |
![]() |
| Nelayan Menaikan Perahu. |
![]() |
| Pantai Balangan. |
![]() |
| Pantai Dreamland. |
![]() |
| Pintu Masuk ke Blue Point. |
![]() |
| Uluwatu. |
![]() |
| Let's walk. |








No comments:
Post a Comment