Banyak jalur
untuk menuju Puncak Raung. Dua jalur yang paling terkenal yakni dari Glenmore
untuk menuju Puncak Sejati dan Sumber Waringin yang menjadi ‘jalur nasional’. Jalur
lain yang dapat dijadikan alternatif yakni dari Kalibaru dan Luwak. Banyaknya
jalur ini mafum terjadi mengingat puncak terdapat di sepanjang kaldera terluas
di Pulau Jawa dengan panjang lebih dari dua kilometer.
Jalur Sumber Waringin
Pada
pendakian kali ini, kami memilih Sumber Waringin yang terletak di Kabupaten
Bondowoso, Jawa Timur. Berangkat dari Malang dengan roda dua kami membutuhkan
waktu seharian perjalanan. Sumber Waringin sendiri adalah sebuah desa kecil di
lereng Gunung Raung.
![]() |
| Basecamp. |
![]() |
| Full Team (doc. Ferdix). |
Jika menggunakan angkutan umum, kawan bisa naik bus arah Situbondo dari Terminal Bondowoso dan turun di pertigaan Gardu Atak. Dari pertigaan ini cari angkutan pedesaan ke Desa Sumber Waringin. Jalan ini jika diteruskan akan sampai di Kawah Ijen, karena itu Sumber Waringin juga bisa diakses dari Kawah Ijen.
Basecamp
Sumber Waringin, menurutku pribadi adalah basecamp
paling mewah. Terdiri dari kamar-kamar yang bersih, menjadi lebih mirip
penginapan ketimbang basecamp. Namun
jangan kuatir dengan pendaki kelas ploretar seperti halnya penulis, terdapat
‘gudang’ yang dapat menampung pendaki secara ramai-ramai.
Di sepanjang
jalur ke puncak tidak terdapat sumber air. Sehingga sebaiknya persiapkan air
dalam jumlah yang cukup. Secara keseluruhan jalur tertutup vegetasi yang rapat.
Pada beberapa titik bahkan harus ditempuh dengan merangkak dan di titik lain
berjalan di atas batang pohon yang roboh. Untuk lebih lengkap tentang kondisi
jalur dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Momen Gila
Pengalaman
mengajari, kalau mendaki dengan arek
Malang (apalagi mahasiswa nekat macam temanku itu) pasti berjalan “tragis”.
Dari basecamp ke Pondok Motor yang
seharusnya dapat ditempuh dengan “nyaman” lewat jalur berbatu, malah menjadi
aksi offroad melewati hutan dan jalan
setapak. Bayangkan saja: boncengan menggunakan motor bebek dengan dua keril gede melewati jalan jalan setapak naik
turun dengan kecepatan seperti di jalan beraspal. Alhasil berkali-kali dengkul
dan badan ini berciuman dengan wanginya tanah sehabis hujan.
![]() |
| Jalur Puncak Raung. (doc. Ferdix) |
![]() |
| Berjalan di Pinggiran Kaldera. (doc. Ferdix) |
Walau saat
pulang ke basecamp kami harus berjalan di bawah terpaan hujan dari Pondok Motor
menuju basecamp. Walaupun setelah
sampai basecamp langsung bersih-bersih dan packing
untuk kembali ke Malang. Namun pendakian ke Raung menjadi salah satu pengalaman
yang asyik untuk dikenang.
![]() |
| Kaldera Raung. (doc. Ferdix) |
![]() |
| Savana Kecil. |









hahahah,,, gila. aku cukup menikmati kaldera raung dari balik jendela pesawat aja lah :P
ReplyDeleteHehe.. Seru loh. Yuk naik lagi.
DeleteHebat, ingin rasanya kesana
ReplyDeleteterima kasih. :)
Delete