| Kemping di Bukit Teletubies Luwuk. |
Berawal dari
perkenalan secara spontan di satu tempat wisata, menjadi awal dari perjalanan
kali ini. Memang betul, panduan paling ampuh tentu saja dari penduduk lokal.
Kalau bahasa kerennya, GPS kepanjangan dari Guide
Penduduk Sekitar, hehe.. Dan kalau ingin mendapatkan info yang lebih akurat
tentang tempat-tempat menarik yang tersembunyi, tanyalah ke anak Pecinta Alam
lokal. Dijamin tidak mengecewakan!
Menuju ‘Bukit Teletubies’
Kalau di
Jakarta, jika kita ingin menikmati udara segar pegunungan dengan bertenda, mau
tidak mau kita harus menempuh perjalanan jauh keluar kota, eh salah, provinsi.
Hal itu tidak berlaku di Luwuk, lokasi kemping ceria kami ini, hanya dua puluh
menit dari pusat kota. Statusnya pun masih masuk ke Kecamatan Luwuk, sebagai
ibukota Kabupaten Banggai.
| Kebersamaan Dalam Api Unggun (doc. Doni). |
| Mentari Pagi. |
Dari pusat
kota kita menuju Keles, yang secara administratif terletak di Desa Lumponyok.
Namun orang lebih mengenal kata Keles ketimbang nama desanya. Terus naik ke
atas melewati kafe-kafe yang banyak terdapat di sana, menuju perkebunan bawang.
Pastikan kondisi motor/mobil dalam keadaan prima mengingat tanjakan yang harus
dilalui hampir 45 derajat. Pada sepertiga perjalanan terakhir aspal akan habis
digantikan jalan berbatu kapur.
Saat itu,
aku dan teman-teman pecinta alam lokal berangkat pukul sembilan dari Luwuk.
Dalam kegelapan malam kami berjalan beiringan dengan sepeda motor. Secara
samar-samar, berkat sinar bulan yang mendekati purnama, dapat kulihat kontur
lereng Gunung Hohoban tempat kami akan bermalam. Bukit-bukit kecil membentuk
sabana yang luas. Tak sabar rasanya menunggu pagi untuk melihat itu semua.
| Sabana di Keles. |
| Jalan-jalan Pagi Hari. |
Kemping Ceria
Api unggun
menyala menerangi keempat tenda yang melingkar di sekelilingnya. Canda gurau
memecah kesunyian. Walau aku dan temanku baru bertemu dengan sebagian besar
dari mereka malam itu, kesamaan hobi menjadi jembatan pemersatu kebersamaan kami.
Bugis, Padang, Banggai, Jawa, dan Saluan berkumpul dalam hangatnya tenda.
Pagi
menjelang. Hamparan bukit-bukit kecil membentang sejauh mata memandang membuat
sabana lereng Gunung Hohoban terlihat seperti gelombang lautan. Berderet-deret.
Di sebelah timur, matahari yang baru bangun tampak malu-malu di balik awan
tipis, muncul dari atas lautan. Gagah sekali, kalau kata orang Luwuk.
| Bukit Teletubies. |
halo keren pak fotonya. ada kontek yg bs dihubungi utk tny2 lokasi wisata? trims ya
ReplyDeleteTrims, bisa via email ke mahendradhani@yahoo.com. :)
Delete