![]() |
| Ilustrasi. |
Ketika
melakukan trekking yang jauh masuk ke
hutan atau daerah yang sepi tanpa ada peradapan, bantuan akan susah didapatkan.
Jangankan mengharap bantuan medis, desa
terdekat terkadang baru dapat ditemui sehari dua hari perjalanan. Berikut
adalah beberapa cidera yang sering ditemui saat berpergian dan bagaimana untuk pertolongan
pertamanya.
1.
Luka
Luka/perdarahan
terjadi bilamana pembuluh darah robek. Sesuatu yang bocor harus ditutup, oleh
karena itu fokuskan untuk menghentikan kebocoran, atau dalam hal ini, menghentikan
perdarahan terlebih dahulu. Kita dapat menggunakan akronim TIT: Tekan dan tutup
daerah luka, Istirahatkan, dan Tinggikan daerah cidera. Jangan lupa
juga untuk membersihkan daerah cidera agar tidak terjadi infeksi.
2.
Cidera
otot atau tulang
Prinsip
dasar penanganan pertama cidera satu ini sangat sederhana, yakni IF: Imobilisasi (tidak menggerakan daerah cidera) dan Fiksasi (mematikan gerakan daerah
cidera). Otot atau tulang yang patah akan semakin parah atau bahkan mencederai
daerah sekitarnya jika digerakan. Daerah cidera di sini mencakup lokasi cidera
hingga batas kedua sendi. Sehingga untuk mematikan daerah cidera kita harus
mengfiksasi kedua sendi tersebut.
3.
Luka
bakar
Secara
garis besar, luka bakar dibagi menjadi tiga tingkat berdasarkan tingkat
keparahannya. Derajat 1, dimana kulit terlihat berwarna kemerahan, cukup
dialiri air dengan suhu ruangan selama 10 menit. Pada derajat 2, dimana
ditandai adanya lepuhan, penanganannya masih sama dengan derajat 1 ditambah
jangan memecah lepuhan.
Pada
kondisi paling ekstrem, derajat 3, kulit akan sepenuhnya hilang hingga tembus
ke otot. Untuk itu segera aliri air, tutup daerah luka dengan kain basah, dan
awasi jika terjadi hipotermia. Ohya, jangan lupa untuk melepas benda logam yang
melekat di daerah luka bakar.
4.
Kehilangan
Kesadaran
Istilah
yang sering kita dengar yakni pingsan, kondisi dimana korban mengalami
penurunan kesadaran dikarenakan otak kekurangan asupan oksigen. Pingsan dapat
disebabkan oleh banyak faktor: kelelahan, kepanasan, kekurangan asupan energi,
dehidrasi, dan lain sebagainya. Penanganan yang dapat dilakukan cukup
sederhana: posisikan korban telentang, tinggikan tungkai, dan longgarkan
pakaian/celana korban. Hindari memberikan bau-bauan pada korban, jika masih
belum sadar sebaiknya dirujuk ke fasilitas medis terdekat.
5.
Memar
Memar
adalah perdarahan yang terjadi di dalam jaringan tubuh, pembuluh darah robek
namun darah tidak keluar. Tanda yang terjadi yakni berwarna biru kehitaman dan
terjadi nyeri, serta gejala nyeri di daerah luka. Untuk teknik penanganan
hampir sama dengan penanganan luka dan bisa ditambahkan dengan penggunaan es
untuk mengurangi bengkak yang terjadi.
6.
Keracunan
makanan
Memakan
makanan yang asing tentu berpotensi menyebabkan gangguan lambung atau bahkan
keracunan bagi tubuh kita. Entah tubuh kita yang menolak atau memang makanan tersebut
mengandung racun bagi tubuh. Penanganan yang dapat dilakukan: rangsang korban
untuk memuntahkan makanan yang baru dimakan, berikan air putih atau susu yang
banyak kepada korban, berikan norit atau arang kalau tidak ada, dan segera bawa
ke fasilitas medis terdekat.
7.
Hipotermia
Diartikan
sebagai kondisi suhu tubuh yang turun di bawah suhu normal (36.5 - 37.5 derajat
Celcius), hipotermia tidak selalu terjadi di daerah ketinggian, ketika
berenang di laut pun kita berpotensi mengalami hipotermia. Penanganan yang
dapat dilakukan yakni: mengganti pakaian korban yang basah, selimuti, dan
berikan minum air hangat secara perlahan. Bisa juga menggunakan heat transfer dari tubuh penolong. Untuk
lebih lengkapnya dapat dilihat di sini.
8.
Tersedak
Tersedak dapat diartikan sebagai
tersumbatnya saluran nafas oleh benda asing. Biasanya benda asing tersebut
berupa makanan yang kita makan, seperti bakso, daging, buah, dan lain
sebagainya. Jika tidak segera mendapat pertolongan, korban dapat mengalami
henti nafas dan meninggal. Ketika korban masih sadar, korban terlihat mengalami
kesulitan bernafas dan berbicara serta kedua tangan memegang leher. Tindakan
yang dapat dilakukan yakni berdiri di belakang korban, kepala ditundukan ke
depan, letakan kedua tangan (mengepal) di ulu hati (di bawah tulang dada) dan
lakukan hentakan ke dalam-atas sebanyak 4-5 kali.
-2.jpg)
No comments:
Post a Comment