| By the Name of D. |
Sri Baginda
Sunan Paku Buwana II membalik nama Kartasura menjadi Surakarta karena dianggap
nama yang pertama banyak menimbulkan musibah dan bencana. Pada beberapa daerah,
anak kecil yang sering sakit-sakitan harus diganti namanya agar sakitnya
sembuh. Dianggap nama yang sebelumnya tidak cocok atau membawa sial.
Nama adalah
doa, sebuah harapan dari sang pemberi nama ke penyandang nama. Nama adalah
gabungan dari huruf-huruf yang membentuk suatu makna sesuai bahasa yang dianut.
Nama adalah pemberian dari orang tua yang akan melekat ke diri kita dari lahir
sampai mati, bahkan sampai jauh setelah mati. Nama adalah pesan, pesan dari
orang tua untuk menjadi seperti pribadi yang tertoreh dalam nama kita.
Karena itu,
jangan sepelekan arti sebuah nama, di dalamnya termasuk juga menuliskan nama
dengan baik dan benar. Tulislah nama dengan ejaan dan komposisi huruf yang
benar.
| Ejaan Lama. |
Seperti
halnya antara nama Dani dan Dhani adalah nama yang berbeda. Yang satu tanpa
huruf H dan satunya dengan huruf H. Dalam ejaan dengan huruf romawi tentu tidak
terlihat begitu berbeda, hanya berbeda satu huruf. Di samping itu, dari segi
pengucapan pun sulit dibedakan. Yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana
jika sang penyandang nama berasal dari budaya yang mempunyai huruf dan bahasa
tersendiri?
![]() |
| Huruf Jawa untuk 'DA' dan 'DHA'. |
Dalam Huruf
Jawa kata Dani ditulis dari huruf ‘da’ dan ‘ni’ sementara Dhani ditulis dengan
huruf ‘dha’ dan ‘ni’. Jadi dapat dilihat antara ‘da-ni’ dengan ‘dha-ni’
memiliki penulisan yang berbeda. Seperti halnya dengan huruf Romawi antara ‘anjing’
dengan ‘anting’ yang hanya berbeda satu huruf tetapi mempunyai arti yang sangat
berbeda. Dari segi pelafalan juga berbeda, kata ‘dha’ mendapat sedikit
penekanan.
| Keluarga Mahendra. |

Lha artine jenengku opo dhan?
ReplyDeleteLa mbuh, takok simbokmu ta gid. :p
Delete