Saat sedang
asyik menyelesaikan laporan yang menggunung,
smartphone satu-satunya berdering sekali, pertanda ada pesan masuk.
Ah, paling itu hanya pesan dari salah
satu
group berisik yang kuikuti. “
Temans, emang Sandy meninggal?”, sebaris
pesan itu langsung mengusik fokus dari laporan yang menuntut untuk dikirim
siang itu juga. Jikalau ada kabar orang tua atau saudaranya teman yang
meninggal tersiar, jujur aku hanya melihat sekilas, lalu turut mengucapkan
belasungkawa, dan kembali ke rutinitas,
that’s
all.
 |
| Sandy. |
But this time someone I knew, someone my age, died so suddenly. Pikiranku
langsung terbayang ke masa kuliah dulu. Oke, aku memang termasuk mahasiswa yang
paling tidak betah di kampus. Jarang masuk, sering telat, kadang pulang lebih
dulu, dan kalaupun masuk selalu duduk di deretan tengah, buka buku komik, baca,
dan kemudian tidur. Meskipun begitu, sebagai orang yang suka baca, perpustakaan
adalah tempat favoritku di kampus. Dan nama yang disebut di pesan tersebut adalah
penjaga perpustakaan itu.